Kamis, 21 Oktober 21

Golkar Partai Ajaib yang Tetap Eksis (Bagian Terakhir dari 4 Tulisan)

Golkar Partai Ajaib yang Tetap Eksis (Bagian Terakhir dari 4 Tulisan)
* Siti Hediati Soeharto alias Mbak Titiek. (Foto: Twtter @TitiekSoeharto)

Pada Pemilu 2009 tersebut Golkar menempati posisi ketiga dengan memperoleh 107 kursi DPR  dari total 560 kursi yang diperebutkan. Pemilu 2004 dimenangkan oleh Partai Demokrat yang mendapat 150 kursi, dan  posisi ketiga ditempati PDI-P yang mendapat 95 kursi.

Baca Juga:

Golkar Partai Ajaib yang Tetap Eksis (Bagian 1)

Golkar Partai Ajaib yang Tetap Eksis (Bagian 2)

Golkar Partai Ajaib yang Tetap Eksis (Bagian 3)

 

Pada Oktober 2009 terjadi suksesi kepemimpinan di tubuh Golkar. Dalam Munaslub 2009 Aburizal Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum Golkar periode 2009-2014. Ical, panggilan akrabnya, mengalahkan Surya Paloh.

Golkar di bawah kepemimpinan Ical meneruskan langkah JK, yakni merangkul keluarga Cendana. Mbak Titiek kembali dijadikan caleg pada Pemilu 2014, dan terpilih sebagai anggota DPR untuk kedua kalinya.

Dalam Pemilu 2014 tersebut Golkar menempati posisi kedua dengan memperoleh 91 kursi DPR dari 560 kursi yang diperebutkan. Sedangkan yang menduduki posisi teratas adalah PDI-P yang mendapat 109 kursi.

Pada 2016 Ical digantikan oleh Setya Novanto dalam Munaslub Golkar. Dinilai sebagai lumbung suara, Golkar era Novanto juga merangkul keluarga Cendana. Mbak Titiek dimasukkan dalam struktur kepengurusan partai.

Apakah  Golkar  yang dikendalikan Novanto tetap mampu mempertahankan predikat partai papan atas pada Pemilu 2019?  (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.