Minggu, 29 Mei 22

Golkar Kena ‘Kutukan’ Soeharto, Harus Kembali ke Trah Soeharto

Golkar Kena ‘Kutukan’ Soeharto, Harus Kembali ke Trah Soeharto

Jakarta, Obsessionnews – Partai Golkar sekarang ini kisruh terus dan nyaris ‘mati’ akibat ‘kutukan’ Soeharto. Sejak zaman Soeharto, selalu ada konvensi tak tertulis yaitu apabila Ketua Umum Golkar dari militer maka Sekjennya harus sipil atau sebaliknya, sehingga tidak melupakan sejarah berdirinya Golkar.

“Tapi sekarang ini seenak udelnya sendiri, maka tunggu saja lonceng kematian Golkar akibat terkena ‘kutukan’ Soeharto. Untuk mencegah agar Golkar jangan ‘mati’ maka harus dikembalikan kepada trah Soeharto yang memimpin Golkar, yaitu Tommy Soeharto,” ungkap Arief Turatno, mantan Ketua DPP Generasi Muda (Gema) Trikora, ormas pemuda binaan Tommy Soeharto, Senin (2/5/2016).

Tommy-Soeharto--
Tommy Soeharto calon ketum Golkar.

Ia mengungkapkan, Golkar saat ini kehilangan energi, kehilangan aura mistisnya, kehilangan ideologinya, dan kehilangan jati diri. “Ini terjadi karena Golkar dinakhodai dengan tidak baik. Golkar tidak dikelola secara benar sebagai wadah politik kekaryaan,” bebernya.

“Tapi Golkar dikelola dengan sistem pedagang. Dimana jika dilihat untung secara finansial maka akan terjadi transaksi politik. Tidak peduli apakah itu sesuai dengan garis perjuangan/patron partai atau tidak. Sehigga Golkar tidak lagi sebagai parpol yang disegani lawan maupun kawan. Tapi Golkar telah berubah menjadi semacam komoditi yang bebas diperjual-belikan,” tambahnya.

Karena itu, lanjut Arief, Golkar sudah selayaknya dikembalikan kepada jatidirinya. “Ya mau tidak mau harus ke ruh pendirinya, ya trah Pak Harto. Untuk ini semua orang harus legowo kalau mereka mengaku mencintai Golkar. Mereka harus dapat menerima Tommy sebagai pimpinan Golkar dan bersama-sama membangun Indonesia,” tuturnya.

Tommy Penuhi Syarat Caketum Golkar
Koordinator Tim Sukses calon ketua umum Partai Golkar Hutomo Mandala Putra alias Tommy, Mohamad Aly Yahya menyatakan, Tommy memenuhi syarat yang diatur panitia pengarah steering comittee (SC) dalam musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).

Misalnya kata Aly, Tommy tercatat aktif sebagai pengurus Golkar selama lima tahun terakhir ini. Tommy juga tidak pernah pindah ke partai lain, serta punya loyalitas dan dedikasi yang besar untuk membangun Partai Golkar.

Tommy Soeharto (tengah). (Foto Edwin Budiarso)
Tommy Soeharto (tengah) dan Akbar Tandjung (kanan) dalam acara konferensi pers. (Foto Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

“Memenuhi syarat, salah satu ‎persyaratannya adalah dalam tata tertib yaitu kader Golkar yang menjadi pengurus Partai Golkar, disemua tingkatan atau pengurus pusat yang didirikan atau mendirikan,” katanya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/5/2016).

Pastinya kata dia, ‎Tommy memenuhi syarat sesuai dengan AD/ART partai. Adapun syarat dukungan 30 persen suara. Aly menyatakan, syarat itu diberlakukan pada saat Munaslub berlangsung. Apabila, calon tidak memenuhi syarat tersebut maka tidak lolos.

“Kalau semua calon tidak ada yang mendapat 30 persen, maka kesepakatan panitia dibentuk badan adhoc,” tuturnya.

Tommy sendiri masuk dalam 11 calon ketua umum yang diundang oleh CS untuk hadir dalam agenda sosialisasi Munaslub di Kantor DPP Golkar siang ini. Namun, ia tidak hadir lantaran tengah berada di luar kota, Tommy menyerahkan mandatnya kepada Aly. ‎

“Pesen beliau, apapun yang disampaikan pantia tolong ditangkap dan terima, lalu kemudian kita tindak lanjuti sesuai aturan main,” jelasnya. (Ars)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.