Kamis, 2 Desember 21

Golkar Jabar “Status Quo” Terhadap Agung atau Ical

Golkar Jabar “Status Quo” Terhadap Agung atau Ical

Bandung, Obsessionnews – Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Yod Mintaraga menyatakan, pihaknya menganut status quo. Artinya, menunggu proses hukum di pengadilan, siapa yang berhak jadi Ketua Umum Partai Golkar. Aburizal Bakrie atau Agung Laksono.

“Allhamdulilah seluruh kader di bawah di Jawa Barat, solid dan loyal pada partai”, ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Yod Mintaraga, Kamis (2/4/2015).

Yod juga mendesak semua kadernya untuk mentaati proses hukum yang sedang berjalan

“Kita tunggu saja kan sedang berproses di jalur hukum sesuai dengan undang-undang parpol yg berlaku,” tandasnya.
Menurutnya siapa pun pimpinan partai yg legitimit pihaknya akan mendukungnya .

Senada dengan Yod, Wakil Ketua Partai Golkar Kota Bandung Sofyanudin Syarif mengatakan Golkar sebagai partai yang santun harus kembali terwujud.

Menurut Sofyan, Pengambil alihan ruangan Fraksi Golkar di DPR RI bukan sifat kader Golkar yang sesungguhnya. “Di Bandung kita aman-aman saja karena semua pihak baik kader maupun pengurus tetap mematuhi aturan hukum”, paparnya.

Hari ini keputusan sela PTUN sudah menyebutkan, bahwa sebelum ada keputusan yang mengingat tidak boleh ada tindakan diluar ketentuan hukum yang berlaku.

Sofyan juga mengatakan Golkar jabar sendiri menolak adanya Pelaksana Tugas di tubuh Partai berlambang pohon beringin tersebut, Sofyan menolak jika partai Golkar kota Bandung mendukung Munas Bali dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie.

“Kita mendukung hasil yang berdasarkan keputusan hukum, jadi siapapun yang berdasarkan hukum berhak menjadi Ketua, maka keputusan itu yang diikuti,” ujar Sofyan.

“Saya menyayangkan sikap kekerasan dalam Golkar, jangan main otot, semua harus menahan diri dan menunggu Kamis depan dari PTUN, kan dari tergugat Menkumham minta perdamaian dalam waktu sepuluh hari ini, kalau tidak ada perdamaian ya lanjut,” kata Sofyan.

Untuk di Jabar sendiri menurut Sofyan masih menunggu keputusan yang inkrah dari Pengadilan, sementara itu untuk caretaker Yance sebagai ketua DPD partai Golkar yang tersandung dugaan korupsi, semua pengurus menolak adanya caretaker hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kekisruhan di pusat yang terbawa ke daerah. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.