Senin, 3 Oktober 22

Golkar: Hubungan Jokowi dengan DPR Kurang Baik

Golkar: Hubungan Jokowi dengan DPR Kurang Baik

Jakarta – Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI Bambang Soesatyo menilai selama ini hubungan pemerintah dengan DPR masih kurang baik. Banyak program kerja yang dicanangkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak dilakukan pembahasan lebih dulu dengan DPR.

Padahal kata Bambang, dalam konstitusi sudah diatur bahwa pemerintah memang tak bisa berjalan sendiri dan harus berkoordinasi dengan DPR. Karena itu, ia mengingatkan kepada Jokowi agar mau membangun komunikasi yang baik dengan DPR, jika tidak ingin program kerja pemerintah di tahun 2015 kandas.

“Untuk membiayai ambisi dan rencana besarnya itu, pemerintah butuh persetujuan DPR. Maka, mulus atau tidak mulusnya realisasi program-program pembangunan itu sangat bergantung pada setinggi apakah derajat harmoni pemerintah dengan DPR,” ujar Bambang, saat dihubungi, Senin (29/12/2014).  ‎

Anggota Komisi III DPR itu menyadari kondisi di DPR beberapa bulan yang lalu memang tidak terlalu kondusif karena adanya perseteruan antara Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Habat. Namun, ia memastikan di tahun 2015 kondisi di DPR akan kembali normal dan solid.

Menurutnya, Jokowi tidak perlu kaku untuk menjalin hubungan dengan DPR. Ia yakin DPR akan mendukung pemerintah jika program kerjanya pro dengan rakyat. Ia berharap tidak ada lagi image negatif dari pemerintah terhadap DPR, apa lagi sampai Presiden melarang menterinya untuk tidak diperbolehkan rapat dengan DPR. ‎

“Demi lancarnya roda pemerintahan, Jokowi harus mau mengambil inisiatif melakukan komunikasi yang intens dengan DPR. Dengan komunikasi yang intens dan tulus, semua hambatan kiranya bisa dicarikan jalan keluarnya,” terangnya. (Abn)

 

Related posts