Sabtu, 23 Oktober 21

Golkar Beri Dukungan Penuh Kepada Jokowi

Golkar Beri Dukungan Penuh Kepada Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pada Kamis 29 Januari 2015 di Istana Bogor‎, sudah cukup membuktikan bahwa Presiden tengah membuka peluang komunikasi untuk mencari dukungan dari Koalisi Merah Putih (KMP) dalam menyelesaikan kasus perseturuan antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎Wajar saja Jokowi sengaja mengundang Prabowo ke Istana lantaran, lantaran dinilai ia tidak mampu menghadapi desakan dari partai pendukungnya PDI Perjuangan yang bersikekeuh meminta Jokowi untuk segera melantik calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Posisi ini membuat Jokowi delematis karena banyak ditentang oleh masyarakat.

Sikap Partai Golkar yang merupakan bagian dari Koalisi Merah Putih sudah menyatakan siap untuk mendukung Presiden Jokowi untuk mencari dan menetapkan kapolri yang baru apapun keputusannya. ‎Sikap politik ini jelas berbeda dengan sikap partai pendukung Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Kita tengah menunggu keputusan presiden. Apapun keputusannya kita akan dukung,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya di DPR, Jumat (30/1/2015).

Anggota Komisi I itu pun sudah mulai angkat bicara. Bahkan ia meminta kepada Presiden Jokowi untuk memilih calon Kapolri sesuai dengan keinginan masyarakat, yakni yang bersih dari kasus korupsi, berintegritas dan jauh dari konflik kepentingan. ‎Hal ini menandakan jika KMP sudah mulai untuk tidak lagi mendukung Budi Gunawan.

“Kalau ada calon kepala Polri baru, itu adalah seseorang yang telah memenuhi persyaratan dan keinginan masyarakat,” terangnya.

Selain itu Tan‎towi juga mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri ketegangan yang terjadi antara KPK dengan Polri memang disebabkan karena ditetapkannya Budi sebagai tersangka oleh KPK. Karena itu, kejadian ini harusnya dijadikan pelajaran bagi Jokowi untuk bener-benar bisa mengunakan hak prerogatifnya sebagai Presiden tanpa ada intervensi dari siapapun.

“Ya, kita tunggu saja. Dia akan mendapat pelajaran yang berharga,” katanya.

Yang pasti Tantawi mengatakan, dengan adanya pertemuan Jokowi dengan Prabowo komunikasi politik antar kedua tokoh semakin cair. Banyak pengamat politik juga mengatakan pertemuan ini sebagai tanda peringatkan bagi PDI-P khususnya Megawati Soekarnoputri untuk tidak terlalu mengintervensi ‎lagi apa yang sudah menjadi kewenangan presiden.

Jika benar KMP sudah berani pasang badan untuk mendukung Jokowi, dalam hitungan kertas sudah dipastikan kali ini Jokowi akan menang untuk memilih calon kapolri sesuai dengan keinginannya. Sebab, kekuatan KMP di DPR lebih kuat dibanding KIH. Sementara anggota KIH sendiri masih banyak yang abu-abu untuk menentukan sikap politiknya kecuali PDI-P.

Diluar itu, Jokowi juga akan banyak mendapat dukungan dari masyarakat terutama sejumlah LSM‎ dan aktivis penggiat anti korupsi. Kemudian yang paling utama adalah Jokowi tentunya mendapatkan dukungan dari KPK. (Albar)

Related posts