Jumat, 9 Desember 22

GMPG: Pergantian Ketua Fraksi Golkar DPR Legal Prosedur

GMPG: Pergantian Ketua Fraksi Golkar DPR Legal Prosedur
* Syamsul Rizal bersama Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pergantian Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Robert J Kardinal kepada Melchias Marcus Mekeng sempat mendapat penolakan dari anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Sirajudin Abdul Wahab. Sebab, penunjukan Mekeng sebagai Ketua Fraksi dianggap tidak prosedural dan jauh dari semangat Golkar Bersih yang diusung Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Menanggapi hal itu, Muhammad Syamsul Rizal yang juga Insiator GMPG memiliki pendapat lain. Ia menilai, tidak ada yang salah dari Keputusan DPP Partai Golkar menunjuk Mekeng sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR. Pasalnya pergantian itu sudah sesuai dengan UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Di mana pergantian Ketua Fraksi menjadi kewenangan DPP Partai.

Dalam BAB XIII Pasal 1 dan 2, kemudian BAB X Pasal 27 Ayat 1 dan 2 yang diatur dalam AD/ART juga kata dia disebut tentang mekanisme penunjukan ketua fraksi Partai Golkar. Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum juga memiliki hak secara politik untuk menunjukkan ketua fraksi.

“Saya setuju dengan komitmen kita GMPG membangun Golkar bersih, tetapi bukan berarti dalam implementasi kita mengabaikan kaidah dan norma atau etika. Kekhawatiran saya kita mau bersihkan golkar tapi justru berbalik kita sendiri menabrak aturan terutama konstitusi partai,” ujar Syamsul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, Mekeng memang pernah disebut atau diduga terlibat kasus korupsi e-KTP seperti yang dikhawatirkan Sirajudin. Namun, menurut Syamsul sampai saat ini status Mekeng masih sebatas saksi. Pihaknya tentu juga tidak suka bila jabatan Ketua Fraksi Partai Golkar dipegang oleh seorang yang menyandang status tersangka.

“Mungkin lain cerita jika Pak Mekeng sudah menyandang status tersangka itu masuk akal dan saya yakin DPP Partai Golkar dan Ketum Airlangga Hartarto bisa mempertimbangkan dan akan mengabil keputusan tegas sesuai dengan mekanisme organisasi,” jelasnya.

Sebagai sahabat, Syamsul menghimbau kepada Sirajudin dan kawan-kawannya di GMPG agar tidak emosional dan gampang menyimpulkan sesuatu yang justru akan membuat masalah baru di Partai Golkar. Ia melihat sejak terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum, citra Golkar sudah semakin baik di masyarakat.

“Berpikirlah secara matang agar cita-cita dan perjuangan kita semua menuju Golkar bersih dapat tewujud dengan baik tanpa saling merugikan semua pihak terutama merugikan Nama Partai Golkar yang saat ini sudah kembali mendapat respon positif rakyat Indonesia dibawah kepemimpinan Ketum Airlangga Hartarto,” tegas Syamsul.

Syamsul menambahkan, sebagai pengurus Sirajudin mestinya harus mendukung kebijakan partai. Airlangga kata dia, sudah berusaha untuk mengakomodir semua jajaran kader Golkar untuk dimasukkan dalam struktur partai. “Satu penegasan saya terakhir kepada sahabat saya Bung Sirajudin Abdul Wahab sebagai sesama kader Kosgoro untuk konsisten menjalankan doktrin Tri Dharma Kosgoro,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.