Minggu, 27 November 22

GKR Hemas Dibully Aktivis Perempuan

GKR Hemas Dibully Aktivis Perempuan
* GKR Hemas.

Yogyakarta, Obsessionnews – Pekan lalu,  Sabtu (2/4/2016) malam, aparat kepolisian serta beberapa organisasi massa membubarkan acara Lady Fast 2016 yang diadakan di ruang Komunitas Seni Survive Garage, Bugisan, Bantul, Yogyakarta.

Acara tersebut dibubarkan, karena dianggap mengganggu kenyamanan warga setempat. Selain itu, acara yang dibubarkan ini dianggap mengumbar aurat dan tidak memiliki izin.

Berita tentang pembubaran acara ini ternyata meluas. Tak hanya di kalangan masyarakat Indonesia, tapi juga hingga ke luar negeri. Tak hanya meluas sebagai sebuah berita semata, kabar pembubaran acara ini juga menjadi bahan cibiran bagi kalangan aktivis perempuan, baik nasional maupun aktivis mancanegara. Tak terkecuali GKR Hemas, isteri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.  Para aktivis  menanyakan mengapa Yogya yang terkenal sebagai kota yang toleran, sekarang sering terjadi kejadian yang intoleran.

“Akibat kejadian ini saya di-bully teman-teman aktivis yang menyebut Yogya sudah tidak aman, dan beritanya juga sampai luar negeri lho. Cucu saya SMS dari London, menanyakan kejadian itu benar atau tidak,” ujar GKR Hemas di Yogyakarta, Jumat (8/4/2016).

Ia menyayangkan kenapa hal ini terjadi. Padahal acara ini ditujukan sebagai upaya memberi banyak informasi kepada para perempuan. Tak hanya itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  juga menyayangkan sikap aparat yang membuat para peserta seminar seolah dalam posisi bersalah. Ia meminta kepada pihak kepolisian agar lebih tegas dan adil saat menyikapinya, agar masalah seperti ini tidak terjadi lagi. (Indah Kurniasih, @indahSih)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.