Rabu, 22 September 21

Gita Wirjawan Diminta Fokus ke Soal Pangan, Jangan Sibuk Soal Capres

Gita Wirjawan Diminta Fokus ke Soal Pangan, Jangan Sibuk Soal Capres

Gita Wirjawan (ist)

Imar

Jakarta-Menteri Perdagangan Gita Wiryawan dinilai hanya sibuk mengurusi konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat sehingga mengabaikan urusan kecukupan pangan di dalam negeri.

“Gita Wiryawan diminta jangan hanya sibuk urusan Konvensi Capres Partai Demokrat dan melupakan tugas pokok utamanya memastikan ketergantungan impor baik pangan dan sektor vital ekonomi lainnya tidak tergantung impor,”kata Pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari Indonesia Economic Development Studies (IEDS) Tjandra Irawan di Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Untuk itu, Gita Wiryawan beserta Tim Ekonomi Pemerintahan SBY pantas untuk dicopot sebagai bagian pertanggungjawaban atas gagalnya memutus ketergantungan atas impor, terutama kedelai, sebagai bahan baku utama tempe dan tahu.

Tjandra menilai rencana kalangan produsen tempe dan tahu yang akan menggelar aksi mogok nasional pada tanggal 9 September hingga 11 September dengan target mendesak pemerintah menurunkan harga kedelai dan menolak impor patut untuk didukung.

“Instruksi Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Aip Saefudin yang akan memastikan mereka akan lakukan aksi mogok selama tiga hari harus dibaca sebagai gagalnya usaha Menteri Perdagangan Gita Wiryawan untuk merealisasikan tuntutan para produsen tempe dan tahu yang terus terpukul akibat tekanan impor kedelai dan tidak adanya kebijakan pro kepentingan nasional,”paparnya.

Sebagai solusinya, Tjandra mendesak agar sejumlah rekomendasi penelitian dari kalangan akademisi dan lembaga pemerintah seperti LIPI, BATAN terkait solusi mengatasi ketergantungan impor kedelai segera direalisasikan dengan pelibatan aktif kalangan petani dan produsen tempe dan tahu, serta kalangan akademisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Namun intinya, bagaimana pemerintah dapat menstabilkan harga kedelai, dan meningkatkan produktifitas kedelai lokal petani.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.