Jumat, 25 September 20

Gilarsi Wahyu Setijono Lakukan Ini Agar Pos Indonesia Tak Tergerus oleh Teknologi

Gilarsi Wahyu Setijono Lakukan Ini Agar Pos Indonesia Tak Tergerus oleh Teknologi
* Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono. (Foto: Dok Pos Indonesia)

Jakarta, Obsessionnews.comPT Pos Indonesia (Persero) memang membutuhkan perubahan besar demi keberlangsungan usaha dan 28.000 pegawainya.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono, ada tiga hal yang menjadi prioritas dalam menyehatkan Pos Indonesia, yakni budaya kerja, model bisnis, dan proses bisnis, teknologi dan infrastruktur.

Gilarsi tak menampik, pada era disrupsi saat ini kejayaan Pos Indonesia tergerus oleh perkembangan teknologi.

“Upaya kami untuk tetap survive dan berkelit dari kematian memang tidak mudah,” ujar Gilarsi seperti dikutip dari majalah Men’s Obsession, Jumat (4/9/2020).

Belum lagi eksistensi Pos Indonesia diimpit oleh regulasi serta menjamurnya financial technology (Fintech). Dari segi regulasi, sejak 2014 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK nomor 19 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.

Peraturan tersebut membuat pelayanan Pos Indonesia pada sektor keuangan terancam. Terlebih, pemerintah terus mendorong keuangan inklusif. Di mana penyaluran bantuan tunai yang selama ini dipanggul oleh Pos Indonesia banyak beralih ke sektor bank dan nonbank.

“Namun, kami tidak boleh kehilangan harapan. Sebab, ada hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, yakni jasa pengiriman barang. Apalagi muncul e-commerce,” jelasnya.

Menurut dia, industri e-commerce sesungguhnya disokong oleh tiga pilar utama, yakni market place, kurir logistik, dan jasa pembayaran. Dua pilar terakhirlah yang sedang dibidik oleh Pos Indonesia.

“Kami harus mencari celah di tengah munculnya perusahaan lain yang menawarkan jasa serupa dengan kemasan yang lebih kekinian,” tandasnya.

Sementara untuk menunjang bisnis logistik, rak sortir konvensional dikonversi menjadi mesin automatic sorting center (ASC). Sedangkan untuk meningkatkan layanan jasa keuangan, Pos Indonesia meluncurkan POSGIRO MOBILE. Hal ini sekaligus menjadi upaya perseroan dalam mendukung strategi nasional dalam meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia.

Lebih lanjut ia menuturkan, pada masa pandemi Covid-19, seluruh Kantor Pos dan Kantor Regional menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan melindungi karyawan dari penyebaran wabah virus Corona di lingkungan Pos Indonesia.

Gilarsi memberlakukan tiga tahap masa transisi dengan memberlakukan work from home (WFH) dan WFO flexibility agar tidak terjadi penyebaran klaster baru di lingkungan kerja. Selain itu, seluruh karyawan yang berpotensi melakukan komunikasi dengan pasien positif atau ODP akan difasilitasi untuk melakukan rapid test dan SWAB.

Di tengah kesibukan Pos Indonesia mendistribusikan Bantuan Sosial di seluruh wilayah Indonesia, Pos Indonesia juga menginisiasi beberapa inovasi sebagai bentuk kesiapan menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Salah satunya, mengoptimalkan jasa kurir dan logistik dengan memanfaatkan layanan antar-jemput (pick up service) melalui aplikasi QPosinAja yang dapat diunduh oleh pelanggan.

Pelanggan juga dapat melakukan tracking dan cek tarif di aplikasi ini. Dengan adanya fitur pembayaran secara cash on delivery (COD), pelanggan bisa membayar secara tunai ketika barang sampai di tangan mereka.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pengiriman barang tanpa harus keluar rumah. Hal ini sejalan dengan komitmen Pos Indonesia, yaitu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia. (Gia/Men’s Obsession/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.