Rabu, 8 Februari 23

Gila Bahasa, Mahasiswa Unair Dinobatkan Jadi Kamus Hidup Oxford

Gila Bahasa, Mahasiswa Unair Dinobatkan Jadi Kamus Hidup Oxford

Surabaya, Obsessionnews.com- Kegemarannya memperbarui kosa kata Inggris-Indonesia, membuat mahasiswa Unair, Surabaya, Jawa Timur, Angkita Kirana dinobatkan member of the month pada Kamus Hidup Oxford (Oxford Living Dictionary). Bahkan sebagai anggota terbaik tepat pada Juni 2016 lalu.

“Kaget. Nggak nyangka aja kenapa bisa jadi member of the month itu,” tutur mahasiswa program studi S-2 Magister Linguistik FIB UNAIR itu, seperti dilansir unair.ac.id, Rabu (10/08/2016).

baca juga:

Ekha Dinobatkan Wisudawan Terbaik FIB Unair

Menaker Minta Kampus Islam Terlibat Industri Produk Halal

50 Penghafal Al-Quran Masuk Fakultas Kedokteran UIN Jakarta

Menristekdikti: Setiap Anak Berhak Dapatkan Pendidikan

Kampus-kampus di Bandung Aksi Menolak LGBT

Akhirnya Angkita buka kartu kenapa dirinya terpilih. Lantaran pengirim terbanyak jumlah kosakata ke sistem Kamus Hidup Oxford (KHO).

Ketika ditanya soal jumlah kosakata yang ia kirimkan, Angkita tak mengingat dengan pasti banyaknya perbendaharaan kata yang ia kirimkan pada bulan Juni lalu. Meski ia sudah meraih predikat anggota terbaik, ia mengaku masih aktif mengirimkan kosakata ke sistem KHO. Terakhir, Angkita baru saja menambahkan kata baru di KHO sekitar tiga hari yang lalu.

Biasanya, Angkita mengirimkan kosakata baru ke KHO pada saat waktu luang, terutama malam hari menjelang waktu tidur. Pernah dalam sehari saja, ia mengirimkan hingga 20 jumlah kosakata ke KHO.

Tentu pengguna tak bisa sembarangan dalam mengirimkan kosakata sebagai penambahan kata dalam kamus hidup. Angkita mengaku, dirinya harus melakukan cek dan ricek terhadap penggunaan kata dan konteks agar tak salah makna. Sembari menunjukkan berbagai laman internet yang dibiarkan terbuka, Angkita bercerita mengenai proses penerjemahan kata.

“Misalnya, contoh aja kata kencur. Saya cari dulu apakah kata tersebut sudah tersedia atau belum di Oxford. Kalau belum, baru saya tambahkan. Kalau mau menerjemahkan, ’kan tidak bisa langsung satu banding satu. Ini harus mencari referensi yang lain. Kadang, saya cari di ensiklopedia juga. Saya coba cari kata yang memiliki persamaan dengan kencur. Di ensiklopedia, ketemunya adalah zedoaria,” terang Angkita.

Apa itu kamus hidup? Kamus hidup adalah kamus dalam jaringan (daring) yang kosakatanya bisa diperbarui oleh para anggota yang terdaftar. Bila konteksnya adalah KHO, maka hanya para anggota tersebut yang bisa menambah kosakata baru dalam KHO.

Kamus hidup itu muncul dari fenomena kebahasaan karena bahasa merupakan sesuatu yang dinamis. Ada kata atau frase baru yang kini sering digunakan oleh penutur. Ada pula kata atau frase lama yang muncul kembali namun dimaknai berbeda. Fenomena kebahasaan yang dinamis itulah yang akhirnya mengundang para linguis untuk berkontribusi dalam pembaruan kosakata.

“Ada kosakata yang sering dipakai padahal dulu beberapa tahun lalu yang tidak ada. Contohnya, mager (malas bergerak, -red). Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, ‘kan tidak ada kosakata mager itu. Ada pula kosakata yang dari dulu ada tapi baru sekarang populer. Contohnya, galau. Ada pula kosakata yang dari dulu ada tapi sekarang jarang digunakan. Contohnya, syahbandar,” terang Angkita.

Dukungan perkembangan teknologi informasi juga turut serta dalam memengaruhi munculnya kamus hidup. Angkita menambahkan, kamus hidup merupakan perkembangan yang luar biasa, karena adanya daring merupakan sesuatu yang praktis daripada harus membawa kamus cetak yang begitu tebal. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.