Sabtu, 13 Agustus 22

Getol Suarakan Aspirasi, Melani Sabet Women’s Obsession Awards 2017

Getol Suarakan Aspirasi, Melani Sabet Women’s Obsession Awards 2017
* Melani Leimina Suharli.

Obsessionnews.com – Siapa yang tak kenal senator perempuan cantik berhijab satu ini? Ya, politik memang bukan dunia baru bagi perempuan kelahiran 27 Januari 1951 ini. Kiprah Melani Leimina Suharli di politik termasuk di parlemen, mendulang banyak apresiasi dari beragam kalangan. Ukurannya tentu saja prestasi Melani yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat di parlemen. Atas dasar itu, Majalah Women’s Obsession menganugerahinya penghargaan di ajang Obsession Awards 2017 pada Kamis (30/3/2017). Melani berhak atas penghargaan untuk kategori Best Achiever in Wakil Rakyat.

Sejak remaja, ayahnya, Dr. Johannes Leimena menanamkan konsep bahwa politik adalah salah satu alat untuk melayani masyarakat. Nilai dasar tersebut juga ditemui pada partai yang menaunginya saat ini, yaitu Partai Demokrat.

“Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu menekankan kepada kami untuk peduli dan memberi solusi. Rakyat butuh aksi nyata, bukan sekadar janji dan ungkapan kepedulian. Kami, para kader, juga diminta aktif untuk ‘turun gunung’ menangani masalah-masalah yang ada di masyarakat,” jelas kolektor ratusan kain Nusantara ini.

Melani menuturkan kariernya di partai politik bermula dari ‘bujukan’ salah satu temannya di Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

“Selama dua hari, setiap kali di telepon saya terus menolak. Hingga akhirnya teman saya bilang, coba dulu bergabung, kalau tidak senang, boleh keluar. Pada akhirnya, saya putuskan untuk mencoba,” kenangnya sambil tersenyum. Berbekal keyakinan, dia menekuni politik sebagai ladang ibadahnya yang baru.

Pengalaman organisasinya yang sangat berwarna mulai dari IWAPI hingga KADIN, membuat figur Melani tidak menemui kendala berarti untuk berbaur dengan anggota partai lainnya. Pertama kali terjun ke dunia politik, dia langsung dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Sekjen DPP. Di tahun berikutnya, ibu tiga anak ini diminta langsung oleh Pak SBY untuk menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Partai.

Melani adalah perempuan satu-satunya di dewan pembina partai di masa tersebut. Ketika maju sebagai calon pasangan wakil ketua dan ketua MPR RI 2009-2014 bersama Taufik Kiemas, dia kembali menjadi perempuan satu-satunya yang bersinergi dengan pimpinan tertinggi lembaga negara Indonesia.

Pada periode 2014-2019, dia menjabat anggota Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, BUMN, Koperasi dan UKM. Komisi ini sesuai dengan ruh pengusaha yang sudah mendarah daging dalam dirinya. Untuk meningkatkan produksi dan kemampuan manajemen SDM UKM binaannya, Melani juga mengikutsertakan mereka dalam pelatihan-pelatihan bekerjasama dengan Kementerian yang menjadi mitra di Komisi VI.

Selain itu, dia juga memberikan jalan untuk para UKM untuk permodalan dan telah menyewakan kios di salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta sebagai sarana para pengusaha UKM Binaannya untuk belajar manajerial serta memasarkan produk-produk mereka.

Untuk mempererat silaturahmi dengan para UKM Binaan serta sebagai wadah untuk saling sharing, Melani telah membuat komunitas Wirausaha Baru Usaha Kecil Menengah Binaan Melani Leimena Suharli (WUB UKM MLS).Selain fokus kepada tugas utama membuat dan mengawasi jalannya undang-undang, Melani juga aktif menyambangi konstituennya.

Setiap kali turun ke daerah, dia berbagi ide inovatif untuk produk maupun kemasan, misalnya untuk produk: Roti Buaya dan Bir Pletok, panganan kebanggan masyarakat Betawi, agar lebih mudah diterima masyarakat. Dalam setiap kontribusi, dia lebih senang melakukan perubahan secara bertahap, namun berkelanjutan.

Melani mencermati, perempuan Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menyuarakan pendapat dan keinginan. Salah satu indikator yang dikhawatirkannya adalah data International Organitation for Migration (IOM) dari Maret 2005-Desember 2014 dari 6.651 jumlah perdagangan manusia, 74% adalah perempuan dewasa sebanyak 4.888 orang.

“Dari data yang saya sebutkan di atas, saya semakin yakin dan mengajak para perempuan untuk menduduki berbagai jabatan di Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif sebagai salah satu cara untuk membantu kaum Hawa dengan menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro-perempuan,” tandasnya.

Di bidang ekonomi, sebagai pelaku bisnis yang juga masih aktif di Kadin, dia mencermati keunggulan perempuan Indonesia dalam berbisnis. Dia menambahkan bahwa data Kementerian Perindustrian, dari total jumlah pelaku industri di Indonesia 95% adalah pelaku Industri Kecil menengah (IKM).

“Saya bangga Dari 95% pelaku IKM tersebut 65% penggerak industrinya adalah perempuan. Mereka mempunyai semangat untuk menyejahterakan keluarga dan berpeluang lebih besar dalam membantu roda perekonomian bangsa,” pungkasnya. (Silvy Riana Putri)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.