Jumat, 12 Agustus 22

Gerindra Berharap Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Gerindra Berharap Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024
* Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Sutanto/OMG)

Nama Populer Bukan Jaminan Meraih Kemenangan di Pilpres

Dalam sejarah politik di Indonesia untuk pertama kalinya Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) secara langsung dipilih oleh rakyat di era reformasi, yakni pada tahun 2004. Sebelumnya di era Orde Baru presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Nama yang populer bukan jaminan untuk meraih kemenangan di Pilpres.  Hal ini dialami oleh beberapa tokoh, salah satu di antaranya adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini mengawali kiprah politiknya dengan mengikuti penjaringan calon presiden (capres) untuk Pilpres 2004 melalui mekanisme konvensi yang dilakukan Partai Golkar. Saat itu Prabowo bersaing dengan Akbar Tanjung, Wiranto, Aburizal Bakrie, dan Surya Paloh. Hasilnya yang menjadi pemenang adalah mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Peserta Pilpres 2004 adalah Wiranto- Salahuddin Wahid, Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK), dan  Hamzah Haz-Agum Gumelar. Duet SBY-JK keluar sebagai pemenang dengan meraih 39.838.184 suara atau 33,57%. Sedangkan Megawati-Hasyim mendapat 31.569.104 suara (26,61%), Wiranto- Salahuddin memperoleh 26.286.788 suara (22,15%), Amien-Siswono menyabet 17.392.931 suara (14,66%), dan Hamzah-Agum menggondol 3.569.861 suara (3,01%).

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.