Senin, 22 Juli 19

Gereja Besar Katedral Terbakar, Saatnya Berdoa!

Gereja Besar Katedral Terbakar, Saatnya Berdoa!
* Api terlihat mulai Senin sore waktu setempat. Api memusnahkan sebagian besar atap. (BBC)

Berbagai pihak, mulai dari pejabat, tokoh agama dunia, hingga warga kebanyakan mengatakan sedih dan terpukul dengan kebakaran yang melanda Katedral Notre-Dame di ibu kota Prancis, Paris, Senin (15/4/2019).

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun pejabat setempat menyatakan bahwa hal itu kemungkinan terkait dengan pekerjaan renovasi.

Pihak pemadam kebakaran Paris menyatakan bahwa struktur utama bangunan telah berhasil ‘diselamatkan dan dipertahankan’.

Tahun lalu, Gereja Katolik di Perancis meminta dana untuk menyelamatkan bangunan katedral yang mulai hancur.

Vatikan menyampaikan kesedihan yang mendalam, sementara kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan rakyat Jerman merasakan kesedihan rakyat Prancis.

Merkel mengatakan bahwa Katedral Notre-Dame adalah simbol kebudayaan Eropa.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan sangat sedih melihat katedral terbakar.

Badan kebudayaan PBB, UNESCO, mengatakan mereka bertekad menyelamatkan Notre-Dame bersama rakyat Prancis.

Pejabat gereja ikonik di pusat kota London, Westminster Abby, mengatakan mereka sangat terpukul dengan kebakaran yang melanda Katedral Notre-Dame.

Seorang saksi mata di Paris mengatakan, “Jika Anda merasa perlu untuk berdoa, saatnyalah untuk berdoa.” Banyak pengunjung yang menangis melihat api berkobar.

Kebakaran yang bermula pada Senin sore waktu setempat atau Selasa dini hari WIB, memusnahkan sebagian besar atap. Menara pada atap ini sudah ambruk.

Muncul kekhawatiran api merembet ke bagian dalam, menghancurkan artefak-artefak penting yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang telah mengunjungi katedral, mengatakan sangat sedih dengan insiden kebakaran ini.

Jutaan wisatawan mengunjungi katedral ini setiap tahunnya. Warga dunia mengenal katedral antara lain dari novel karya Victor Hugo berjudul “The Hunchback of Notre Dame”. (BBC/RED)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.