Rabu, 19 Juni 19

Gerakan Rabu Putih Terinspirasi Oleh Maraknya Isu Hoax

Gerakan Rabu Putih Terinspirasi Oleh Maraknya Isu Hoax
* Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat diwawancara media. (Foto: Timses)

Wonosobo, Obsessionnews.com – GP Ansor akan melakukan gerakan ‘Rabu Putih’ pada 17 April mendatang, tepat di hari pencoblosan Pemilu 2019. Para anggota organisasi itu akan berada di tempat pemungutan suara (TPS) memakai baju putih untuk memastikan tidak ada intimidasi terhadap rakyat pemilih.

 

Baca juga:

Jelang Pemilu, Para Bloger, Vloger, dan Youtuber Berkreasi Lawan Hoax

Memprihatinkan! Hoax Digunakan untuk Menangkan Pilpres 2019

Cerita Para Pegiat Medsos dalam Melawan Derasnya Kabar Hoax

 

Ditanya penjelasan mengenai gerakan itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan gerakan itu berawal dari keprihatinan dengan maraknya hoax dan ujaran kebencian. Tindakan itu mulai mulai membelah masyarakat menjadi dua secara diametral.

“Jadi kalau bukan kita ya mereka. Padahal kontestasi Pemilu ini seharusnya disikapi dengan riang gembira tidak ada perseteruan tidak ada permusuhan. Karena pada prinsipnya sama, mencari pemimpin yang terbaik,” kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (27/3/2019).

Dampaknya, angka golput menjadi naik karena orang menjadi takut dan memilih tidak ke TPS. Hal itu mendorong GP Ansor mencari cara memastikan partisipasi warga di pemilu tetap tinggi.

“Ketemulah Rabu Putih itu. Kemudian kita tetapkan sebagai sebuah gerakan, kita ajak seluruh komponen masyarakat. Artinya ini bukan milik Ansor saya kira. Kita lempar ini ke masyarakat agar seluruh komponen masyarakat terlibat dalam gerakan Rabu Putih ini,” ujarnya.

Sejumlah konsep kegiatan sudah disiapkan. Di antaranya sebagian dari 4,7 juta kader Ansor akan difungsikan sebagai back up pengamanan aparat TNI-Polri. Sebagian lagi ditugaskan menjaga TPS mengantisipasi segala kemungkinan yang ada.

Yang tidak bertugas di sana, lanjutnya, akan menggerakkan pemilih ke TPS.

“Pemilih yang karena keterbatasan-keterbatasan tertentu sehingga tidak bisa datang ke TPS, kita ajak mereka berangkat ke TPS,” imbuhnya.

Ketika ditanya kemungkinan gesekan karena Kubu Prabowo-Sandi juga menggerakkan massa yang sejenis, Gus Yaqut mengatakan hal demikian tidak perlu. Sebab berbeda pilihan bukanlah masalah buat GP Ansor. Yang dikerjakan adalah memastikan semua warga mendapatkan hak untuk memilih.

“Saya kira tidak perlu gesekan. Dan teman-teman di Banser saya kira tahu koridor ini. Mereka tidak akan mudah terpancing atau digesek, atau digosok, hingg terjadi gesekan antar pendukung,” katanya.

Lalu apa beda gerakan pihaknya dengan gerakan kubu Prabowo-Sandi?

“Kita lebih santun yang jelas. Kita akan bergerak lebih santun, kita akan melakukan salat subuh berjemaah di masjid-masjid yang bisa kita akses. Kemudian kita akan berangkat bersama-sama pakai baju putih. Karena itu identitas kita, identitas kiai kami itu yang sedang berkontestasi,” jawabnya.

“Kita akan jamin gerakan kita lebih santun, tidak akan ada provokasi, dan ingin mengajak warga, masyarakat riang gembira menghadapi pemilihan. Jadi tidak ada yang perlu didramitisir, ditakuti, provokasi, intimidasi,” tambahnya.

Lalu di daerah mana saja? Kata Gus Yaqut, akan dilakukan utamanya di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sebab di wilayah itu yang diduga akan tinggi tingkat golputnya.

“Mereka yang tidak mencoblos 30 persen. Kita ingin mendorong supaya turun. Kita bikin semaksimal untuk mendorong masyarakat datang ke TPS,” tandasnya.

Gerakan Rabu Putih juga terinspirasi oleh ajakan pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin. Capres petahana itu sering kali mengenakan baju putih saat mengisi waktu kampanye di berbagai daerah. 

Jokowi mengatakan, kostum putih memang sudah menjadi ciri khas dirinya bersama Cawapres Kiai Ma’ruf Amin. Ia tidak mau kostum putih yang sudah menjadi ciri khasnya sejak awal Pilpres 2019 diklaim orang lain.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengajak pendukungnya memutihkan TPS dengan mengenakan baju putih saat datang ke TPS pada tanggal 17 April nanti.

“Ajak mereka semuanya ke TPS memakai baju putih, memakai baju putih, karena yang akan dicoblos itu bajunya juga putih. Karena putih adalah kita, kita adalah baju putih,” seru Jokowi kepada masa pendukungnya di Banyuwangi, Jatim, Senin (25/3/2019).

Sementara cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, meminta masyarakat agar mengingat slogan ‘Putih adalah Kita’, khususnya saat pencoblosan Pemilu 2019. Menurut Kiai Ma’ruf, mudah untuk menandai pasangan mana yang harus dipilih pada 17 April mendatang.

“Jangan lupa pilih yang berbaju putih,” kata Kiai Ma’ruf di hadapan belasan ribu peserta silaturahmi di sebuah aula di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang Km 04 Warunggunung, Lebak, Banten, Senin (25/3/2019).

Dalam kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga meminta masyarakat jangan mau dipengaruhi bila ada yang menghalangi supaya tak datang ke TPS pada 17 April.

“Jangan mau dipengaruhi supaya tak datang ke TPS. Kalau ditakut-takuti, diintimidasi, jangan takut. Karena kita harus gunakan hak kita. Datang ke TPS, jangan mau dihalangi, jangan takut bila ditakuti, untuk memilih nomor 01 yang memakai baju putih,” tegas sang kiai. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.