Selasa, 18 Juni 19

Genjot Ekspor Nasional, Kemendag Gelar TEI ke-28

Genjot Ekspor Nasional, Kemendag Gelar TEI ke-28

Gia

Yogyakarta– Kementerian Perdagangan RI kembali menggelar pameran tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) pada 16-20 Oktober 2013 mendatang, di Jakarta International Expo, Jakarta, guna menggenjot ekspor untuk meningkatkan perekonomian nasional.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Gusmardi Bustami saat menyosialisasikan TEI di Yogyakarta, hari ini (11/6).
“Trade with Remarkable Indonesia’ yang menjadi tema TEI ke-28 ini diharapkan dapat menciptakan presepsi positif bahwa Indonesia telah berhasil mengelola sumber daya alam yang berlimpah dengan penguasaaan teknologi, kekuatan desain, dan tangan-tangan terampil dari pekerja profesional sehingga tercipta produk-produk ekspor yang berkualitas dan berwawasan lingkungan,” harap Gusmardi.
Produk-produk yang akan ditampilkan pada TEI 2013, antara lain komponen otomotif, kakao, kopi, minyak kelapa sawit, peralatan listrik, alas kaki, furnitur, karet dan produk karet, tekstil dan produk tekstil, minyak atsiri, kerajinan tangan, obat-obatan herbal, perhiasan dan aksesoris, kulit dan produk kulit, makanan olahan, produk pertanian, bahan bangunan, bahan kimia, makanan dan minuman, peralatan rumah tangga, barang pecah belah, produk kertas, serta peralatan olah raga.
Selain produk utama dan potensial, juga akan ditampilkan bidang jasa seperti tenaga kerja terlatih yang berpengetahun luas dan memenuhi standar internasional, pertambangan, serta perbankan dan asuransi.
Penyelenggaraan TEI 2013, menurut Gusmardi, juga merupakan salah satu langkah Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam menyambut era perdagangan bebas di kawasan ASEAN melalui ASEAN Economic Community (AEC) berlaku efektif pada tahun 2015 mendatang.
AEC merupakan pengintegrasian ekonomi regional di kawasan ASEAN yang memungkinkan arus produk/jasa, tenaga kerja terlatih dan investasi masuk dari dan ke negara-negara ASEAN dengan hambatan yang sangat minim. Gusmardi menegaskan bahwa diperlukan kesiapan dari semua pihak agar produk/jasa, tenaga kerja terlatih dan investasi dari Indonesia agar tetap bisa menjadi tuan rumah di pasar domestik serta dapat diterima dan bersaing di pasar ASEAN.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.