Senin, 13 Juli 20

Gempa Palu, 13 Jajaran Ditjen Pajak Belum Ditemukan

Gempa Palu, 13 Jajaran Ditjen Pajak Belum Ditemukan
* Tempat penampungan korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: dok. Sri Mulyani Indrawati/Facebook)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, duka sangat dalam kita rasakan atas terjadinya bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Melalui tulisannya di laman Facebooknya, Minggu (30/9/2018), Sri mengatakan, sejak kejadian tersebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera mengidentifikasi seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarga yang bertugas di daerah terdampak.

Kemenkeu memiliki instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai, Perbendaharan dan Kekayaan Negara yang bertugas di Palu dan di berbagai daerah Sulteng yang terkena dampak gempa dan tsunami.

Hingga Minggu pagi masih 13 jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang belum dapat ditemukan kabar dan kondisinya. Di lingkungan Bea dan Cukai ada staf yang sedang melakukan kegiatan Kemenkeu mengajar yang belum dapat dihubungi.

“Kami terus berusaha dan berdoa mencari seluruh jajaran Kemnekeu dan keluarganya. Semoga semuanya dapat segera dihubungi. Selamat dan dapat dibantu untuk pulih kembali.
Kami bekerja keras untuk memberikan dukungan maksimal kepada seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarganya yang mengalami dampak bencana alam yang sangat berat tersebut,” tutur Sri.

Kemenkeu, lanjutnya, juga menyiapkan seluruh sumber daya, anggaran dan instrumen kebijakan lain untuk membantu seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga. Termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani kondisi emergency (kedaruratan) dan kebutuhan bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat dan mengurangi korban manusia semaksimal mungkin pada masa kritis saat ini.

“Mari kita semua memberikan dukungan moral material secara maksimal disertai doa kesempatan bagi seluruh rakyat Palu dan Donggala, serta daerah terkena bencana di Sulawesi Tengah, agar keselamatan, pemulihan dan pembangunan kembali dapat dilakukan secara segera dan semaksimal mungkin. Kita bagun solidaritas kemanusiaan nasional semangat untuk menyelamatkan, membantu dan membangun kembali,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.