Selasa, 26 Oktober 21

Gempa Mentawai Butuh Kajian Keterkaitan dengan Megathrust

Gempa Mentawai Butuh Kajian Keterkaitan dengan Megathrust
* Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geoisika (BMKG) Padang Panjang, Rahmat Triyono.

Padang, Obsessionnews – Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) menyimpan potensi Megathrust yang bisa menimbulkan tsunami. Gempa Skala Richter (SR) yang berjarak sekitar 680 kilometer dari Siberut, masih butuh kajian, apakah bisa memicu terjadi Megathrust Mentawai.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geoisika (BMKG) Padang Panjang, Rahmat Triyono, mengatakan, butuh kajian lebih lanjut untuk mengetahui apakah gempa itu dapat mengganggu Megathrust Mentawai.

“Hal ini mengingat pusat gempa yang terjadi pada semalam jauh berada di Kepulauan Mentawai. Saya perkirakan pusat gempa yang terjadi itu berjarak 680 KM arah Barat Daya dari Kepualaun Mentawai, sehingga kekuatan gempa itu berkemungkinan belum bisa memicu Megatrust Mentawai,” kata Rahmad Triyono usai rapat koordinasi penanganan bencana bersama Wagub Sumbar, unsur Forkopimda, dan BPBD Sumbar serta BPBD kabupaten/kota di Sumbar di Padang, Kamis (3/3).

Para ahli memperkirakan potensi Megathrut berkekuatan 8,9 SR dan memicu terjadinya tsunami.

Pakar Gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustafa mengatakan, Mentawai Megathrust menyimpan potensi gempa besar yang periode ulangnya sekitar 200-300 tahun sekali.

Di megathrust ini terdapat dua segmen, yakni Siberut dan Sipora-Pagai. Dua segmen itu periode ulangnya sudah selesai, yang terjadi pada tahun 1833 dengan gempa besar berskala 8,7 SR. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.