Sabtu, 6 Maret 21

Gempa Bumi di Bengkulu Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi di Bengkulu Tak Berpotensi Tsunami
* Foto : ilustrasi (sumber : Kompas.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan terkait adanya gempa bumi yang terjadi di Kota Bengkulu. Gempa dengan magnitudo 6,6 terjadi pada 05.23 WIB terjadi pada 160 km barat daya Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Gempa bumi berkedalaman 24 km dirasakan kuat beberapa detik oleh warga setempat.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan saat terjadi gempa tadi pagi warga panik hingga keluar rumah. BNPB menerima laporan satu rumah warga rusak ringan yaitu di Kabupaten Lebong.

“BPBD Provinsi Bengkulu melaporkan satu unit rumah rusak ringan di Kabupaten Lebong. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan,” ujar Raditya dalam keterangannya, Rabu (19/8/2020).

Berselang sekitar enam menit dari kejadian pertama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7. Gempa ini berlokasi 117 km arah barat daya Bengkulu. Gempa susulan ini berkedalaman 86 km. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB terus memonitor perkembangan di lapangan. BMKG memonitor lima gempa susulan dengan magnitudo 3.4 sampai 4.9.

BMKG merilis guncangan dirasakan warga di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dengan parameter IV MMI. Skala IV MMI atau Modified Mercally Intensity memberikan gambaran dampak gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. Sedangkan di Bengkulu selatan, Kaur, Curup, Lebong III MMI, atau skala guncangan yang memberikan gambaran getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu, serta Lubuk Linggau II-III MMI.

Hasil analisis berdasarkan jenis dan mekanisme gempa bumi, BMKG menyampaikan bahwa melihat lokasi epistenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa kedua gempabumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG melalui pesan digital pada Rabu (19/8).

Hasil pantauan InaRISK, Bengkulu berada pada risiko bahaya sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kabupaten memiliki tingkat risiko gempa dengan cakupan luas hingga 1,7 hektar. Tak hanya gempa, ancaman bahaya tsunami pada tingkat risiko bahaya sedang hingga tinggi pada 7 kabupaten. Ada sekitar 1,8 juta jiwa terpapar potensi bahaya gempa bumi di wilayah Bengkulu. (Has)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.