Minggu, 17 Oktober 21

Aksi Demo Tuntut Bubarkan Densus 88

Aksi Demo Tuntut Bubarkan Densus 88
* Unjuk rasa aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Barat (Sumbar) menuntut Densus 88 dibubarkan.

Padang, Obsessionnews – Aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sumatera Barat (Sumbar) menggelar aksi damai di depan DPRD Sumbar agar Densus 88 dibubarkan.

Aksi damai yang dilaksanakan mahasiswa gabungan dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Sumbar Raya serta Pergerakan Mahasiswa, karena aksi yang dilakukan Densus 88 meresahkan masyarakat.

“Densus menghilangkan nyawa seseorang tanpa pengadilan yang haq dan tanpa alasan,” kata Ramlan Al Fatih saat berunjuk rasa, Jum’at (18/3/2016).

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumbar setelah mereka berkumpul di depan kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Dari situ pengunjuk rasa berjalan kaki sambil berorasi dan membawa spanduk mengecam Densus 88.

Selama alam perjalanan dari depan UNP menuju gedung DPRD Sumbar, arus lalu lintas sempat terganggu.

Pengunjuk rasa menuntut dan menyatakan, bubarkan segera Densus 88 dan mengadili mereka segera mungkin. Pengunjuk rasa juga menuntut supaya dilakukan pemeriksaan dan audit sekaligus mengusut tuntas atas setiap kasus yang dilakukan Densus 88.

Menghukum dan mengadili aparat Densus 88 yang terbukti melakukan tindakan kekerasan dan pembunuhan.

Warga Solo Protes Densus 88 Terkait Kematian Siyono
Ratusan warga Kota Solo dan sekitarnya menggelar aksi protes terhadap Detasemen Khusus (Densus) 88, sebagai respons atas kematian Siyono, warga Cawas, Klaten, yang meninggal dunia setelah ditangkap Densus 88.

Ratusan warga Solo memprotes Densus 88 terkait meninggalnya Siyono. (bbc)
Ratusan warga Solo memprotes Densus 88 terkait meninggalnya Siyono. (bbc)

Endro Sudarsono, koordinator demonstrasi, menjelaskan berdasarkan data dari Komnas HAM terdapat 118 orang yang meninggal dunia di tangan Densus 88. Peristiwa terakhir adalah Siyono yang meninggal dunia ketika dibawa Densus 88.

“Pembunuhan itu tanpa didasari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Itu termasuk kategori pelanggaran HAM yang sering dilakukan Densus, ” jelasnya, sebagaimana dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq.

Menurutnya, Densus 88 kerap mengabaikan asas praduga tak bersalah. “Mereka sering menembak mati seseorang yang statusnya baru terduga tanpa adanya putusan pengadilan,” ujar Endro.

Densus 88 melakukan sebuah operasi penggerebekan. (bbc)
Densus 88 melakukan sebuah operasi penggerebekan. (bbc)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengaku ada dugaan kesalahan prosedur standar operasi dalam pemeriksaan yang dilakukan Densus 88 sehingga Siyono meninggal dunia, pekan lalu.

“Terjadi kesalahan prosedur karena yang mengawal hanya sendiri, seharusnya minimal dua orang yang mengawal. Kami menyayangkan juga mempertanyakan,” kata Anton kepada wartawan, Senin (14/3).

Anton mengatakan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri mengadakan penyelidikan terhadap sejumlah anggota Densus 88.

Siyono, menurut Anton, meninggal dunia ketika dibawa Densus 88 menuju sebuah tempat penyimpanan alat bukti di kawasan Prambanan, Yogyakarta. Dalam perjalanan, klaim Anton, Siyono menyerang seorang anggota Densus 88 yang mengawal dirinya di dalam mobil.

Anggota tersebut, masih disebutkan Anton, memberi perlawanan yang menyebabkan Siyono terbentur salah satu sudut besi di dalam mobil dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Anton mengatakan Siyono adalah pimpinan wilayah Jamaah Islamiyah di Klaten, Jawa Tengah. (Musthofa/bbc)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.