Kamis, 30 Juni 22

GEMA Indonesia: Gerakan Mahasiswa Indonesia Saat Ini Banyak yang Terkooptasi

GEMA Indonesia: Gerakan Mahasiswa Indonesia Saat Ini Banyak yang Terkooptasi

Deklarasi berdirinya Gerakan Mahasiswa Indonesia (Anto).

Rudi

Jakarta — Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiwa Indonesia Indrayadi menilai gerakan mahasiswa saat ini banyak terkooptasi oleh kepentingan elit dan cenderung menjadi pengawal kepentingan para elit untuk mengamankan posisi legilitmasi kekuasaanya di mata publik.

Indrayadi mengemukakan hal itu saat mendeklarasikan berdirinya Gerakan Mahasiswa Indonesia di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

Menurut Indrayadi, gerakan yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa saat ini kebanyakan gerakan ‘bandar’, atau membeli yang membayar. Fakta ini bias dilihat dari sekian gerakan yang dibangun oleh mahasiswa, kebanyakan merupakan produk pesanan dari segelintir elit.

Sementara ketika ada isu pro rakyat hal tersebut kurang menarik untuk didiskusikan oleh aktivis mahasiswa.

Akibatnya, kata Indrayadi, gerakan mahasiswa sekarang kebanyakan tidak didukung oleh rakyat. Bahkan publik banyak yang apatis dan bahkan mempertanyakan independensi gerakan mahasiswa tersebut.

“Peran dan kepeloporan mahasiswa yang dahulu menjadi identitas ideal perlu dievaluasi,” tegasnya.

Indrayadi menyebutkan kelahiran Gerakan Mahasiswa Indonesia yang dilakukan bertepatan dengan 1 Mei dimaksudkan untuk mengawal perjalanan reformasi tahap kedua, sekaligus untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi penyelesaian permasalahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.