Sabtu, 2 Juli 22

Geliat Fashion di Akhir Pandemi

Geliat Fashion di Akhir Pandemi
* Acara launching produk fashion Aneuku dan Alana yang mengusung tema langit dan jenggala pada hari Minggu, 10 April 2022. (Foto: dok. Dewi Tenty)

Oleh: Dr. Dewi Tenty Septi Artiany,S.H.,M.H.,M.Kn, Pemerhati Koperasi dan UMKM

 

Menghadiri acara launching produk fashion Aneuku dan Alana yang mengusung tema langit dan jenggala pada hari Minggu, 10 April 2022, seperti menemukan oase di tengah padang pasir, setelah acara seperti ini sempat vakum cukup lama akibat pandemi.

 

Pandemi yang berkepanjangan memang meluluhlantahkan semua lini kehidupan masyarakat termasuk produk fashion, yang mengakibatkan terjadinya perubahan penjualan dari gerai offline ke digital, perubahan sistem pembayaran, pengiriman, dan perilaku dari konsumen sangat mempengaruhi jalannya proses bisnis.

 

Aneuku sebagai sebuah brand yang sudah cukup dikenal masyarakat terutama kaum muslim yang gemar memakai baju muslim yang comfortable dengan tampilan elegan, sementara Alana merupakan produk turunan dari Aneuku dengan pasar yang lebih segmented untuk remaja  dan yang berjiwa muda. Brand ini berawal dari nama toko busana muslim di Garut pada tahun 2005, kemudian memproduksi sendiri dengan nama Aneuku pada tanggal 25 November 2016 bersamaan dengan pembukaan outlet Aneuku Galeri di Thamrin City. Dari acara tersebut saya bisa menarik kesimpulan bahwa brand ini telah melalui proses yang cukup panjang untuk dapat ajeg seperti sekarang dan brand ini dalam perjalanannya menerapkan knowledge yang baik tentang brand produk dan marketing sehingga untuk dapat survive di masa pandemi ini seperti:

 

  1. Tentukan Segmen Pasar

Untuk membuat suatu produk hendaknya produsen sudah mengetahui dan menentukan pasar mana yang akan dibidik, seperti Aneuku yang lebih dikhususkan untuk muslimah dengan usia yang lebih mature yang ingin tampil elegan, sedangkan Alana lebih kepada memenuhi selera anak muda yang ingin cepat, dinamis dan aktif.

 

  1. Pentingnya Data Pelanggan

Hal ini sudah diterapkan oleh brand Aneuku dan Alana dengan mengumpulkan data pelanggan dan memeliharanya untuk lebih menjalin hubungan yang erat antara produsen dan konsumen. Hal ini tampak dari antusiasme para pelanggan yang menanti produk-produk terbaru, dibiasakan juga dengan panggilan khusus untuk para pelanggan setianya seperti panggilan kesayangan untuk para pencinta produk Aneuku.

 

  1. Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas dan inovasi merupakan kata kunci bagi para produsen agar produknya selalu diterima oleh masyarakat.

 

  1. Pasar Digital

Pada era distrupsi ini semua hal berubah menjadi digital begitu juga dengan penjualan dimana gerai-gerai offline sudah mulai berkurang dan beralih menjadi gerai online, hal ini juga dilakukan oleh Aneuku dan Alana sebagai suatu tantangan dan peluang yang harus ditaklukan.

  1. Konsistensi

Konsistensi sangat diperlukan untuk menjaga kontiunitas dan kelanggengan darisuatu produk, terlebih untuk produk yang sudah diterima masyarakat hendaknya konsistensi dijaga agar masyarakat tetap mengingat ada brand produk untuk menciptakan brand image dan brand polling.

Kesuksesan yang dicapai oleh brand Aneuku dan Alana tentunya dengan memperhatikan kelima hal tersebut, dan kita harus mengapresiasi dengan terus memberikan support kepada brand-brand lokal untuk tetap dapat bertahan dimasa pandemi. Selalu ada cahaya di ujung jalan, tetap semangat, kreatif, inovatif dan produktif untuk menciptakan produk-produk yang solutif bagi masyarakat.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.