Jumat, 7 Agustus 20

Gelar Parade UMKM, BRI Berikan Pelatihan Wisausaha untuk Santri

Gelar Parade UMKM, BRI Berikan Pelatihan Wisausaha untuk Santri
* BRI gelar Parade UMKM di Semarang pada 5-7 Mei 2017.

Semarang, Obsessionnews.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan kewirusahaan bagi para santri yang ingin menjadi pengusaha UMKM. Hal itu merupakan bentuk realisasi komitmen bank BUMN itu untuk mendorong pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren.

Menurut Direktur Mikro Bank BRI, Mohammad Irfan, selain pesantren pihaknya juga kerap memberikan training kepada calon wirausahawan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Ya, kami juga banyak memberikan pelatihan-pelatihan wirausaha ke SMK maupun pesantren-pesantren,” kata Irfan di sela-sela pembukaan Parade UMKM BRI di lapangan Trilomba Juang, Semarang, Jumat (5/5/2017).

Program pembinaan UMKM maupun para calon wirausahawan menjadi keunggulan BRI selama ini. Selain menggunakan pendekatan produk jasa perbankan, upaya pembinaan ini juga dilakukan melalui pendekatan penguatan kapasitas, seperti training, coaching clinic maupun konsultasi bagi para calon wirausaha.

Semua lapisan masyarakat, termasuk para santri bisa memanfaatkan fasilitas yang disiapkan oleh BRI tersebut untuk menambah wawasan maupun keterampilan dalam berwirausaha.

Irfan menegaskan, sejauh ini tidak ada kesulitan maupun hambatan dalam upaya mengembangkan UMKM, sepanjang yang membina rajin dan yang dibina mau mengikuti langkah-langkah yang harus dilakukan untik menjadi wirausahawan yang baik.

Pada pembukaan Parade UMKM BRI ini dilakulan juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRI dengan sejumlah lembaga pendidilan kejuruan, termasuk juga dengan pondok pesantren.

MoU ini berupa kesepakatan untuk melakukan training kewirausahaan bagi mereka yang belum bisa berusaha dan berdagang. Nantinya, setelah lulus sekolah atau pesantren, mereka yang ingin membuka usaha pun akan diberikan bimbingan. Jika usahanya telah berjalan, BRI akan memberikan akses permodalan (kredit) untuk mengembangkan usaha.

“Kalaupun mereka belum bisa mendapatkan kredit, masih ada sejumlah  produk BRI yang bisa dimanfaatkan dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usahanya tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, ucap Irfan, melalui  Parade UMKM BRI ini diharapkan akan semakin memperkuat posisi BRI dalam mendorong pengembangan kewirausahaan maupun UMKM yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Seperti di ketahui BRI–secara nasional–telah menyalurkan kredit kepada UMKM hingga Rp 433 triliun pada 2016. Sekitar 7 persen dari total penyaluran kredit ini ada di Jawa Tengah yang jumlahnya mencapai kisaran Rp 35-an triliun.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta para wirausahawan, khususnya yang start-up, untuk memanfaatkan fasilitas pendukung bagi pengembangan UMKM, yang diberikan oleh BRI dalam kegiatan Parade UMKM tersebut. Misalnya, mengikuti training atau coaching clinic untuk memperkuat performa UMKM atau pelatihan terkait hak paten, pelatihan pemasaran secara online serta pelatihan tentang packaging.

“Urusan packaging atau pengemasan ini rupanya juga sangat menentukan agar prodik UMKM menjadi lebih menarik,” ujarnya.

Parade UMKM BRI yang digelar pada 5-7 Mei ini dilangsungkan di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah. Selain terdapat training dan coaching clinic, kegiatan ini juga diisi bazaar dan hiburan. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.