Rabu, 20 Oktober 21

Gekrafs Diharapkan Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi

Gekrafs Diharapkan Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi
* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno di acara pelantikan pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur (Jatim). (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, obsessionnews.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, berharap Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur (Jatim) dapat menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 dan tantangan ekonomi.

“Karena ada Rp1,100 triliun lebih yang dikontribusikan oleh sektor ekonomi kreatif terhadap ekonomi Indonesia. Ini menempatkan Indonesia di posisi tiga besar dunia setelah Amerika dengan Hollywood, Korea Selatan dengan K-pop, dan Indonesia berhasil masuk ke posisi tiga. Maka dari itu, Gekrafs Jatim haruslah mampu menjadi lokomotif dari kebangkitan dan kepulihan ekonomi kita,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021).

Provinsi Jatim sendiri merupakan salah satu penopang kekuatan ekonomi di Indonesia, setelah DKI Jakarta. Kontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasionalnya saja mencapai 14,4 persen.

Terlebih Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang cukup besar. Secara statistik selama kurun waktu 2015 – 2016 jumlah pelaku ekonomi kreatif di provinsi ini meningkat hingga 20 persen dan diproyeksi jumlah itu akan terus bertambah hingga saat ini. Sehingga mampu membuka peluang lapangan kerja yang lebih luas.

Sandiaga menyebutkan, dari 17 subsektor ekonomi kreatif, yang menjadi subsektor utama adalah Kuliner, Kriya, dan Fesyen. Tapi ada tiga subsektor lainnya yang dapat menjadi pandemic winner, yaitu subsektor Televisi dan Radio, termasuk Film, Animasi dan Video. Kedua subsektor aplikasi dan terakhir subsektor Pengembang Permainan.

“Jadi ini yang saya titipkan kepada teman-teman Gekrafs Jawa Timur untuk dapat mengembangkan subsektor yang menjadi pandemic winner. Di samping itu, kita juga harus memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal, no one left behind,” katanya.

“Mudah mudahan teman-teman Gekrafs bisa melakukannya dengan konsep 3G, ‘gercep’ gerak cepat, Gekraf Jatim you dont have much time, ‘geber’ gerak bersama, you can not move alone we have to move together, dan ‘gaspol’ garap semua potensi untuk penciptaan lapangan kerja,” lanjutnya.(Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.