Kamis, 9 Februari 23

Gede Pasek Tuding SBY Ingkar Janji

Gede Pasek Tuding SBY Ingkar Janji
* Bakal calon Ketua Umum DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika (tengah) saat jumpa pers di Hotel Singgasana, Surabaya, Selasa (12/5/2015) siang. (Foto: Adi/obsessionnews.com)

Surabaya, Obsessionnews – Bakal calon Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Gede Pasek Suardika menuding Ketua  Umum DPP PD incumbent  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingkar janji. Mengingat dalam pidato SBY ketika Kongres Luar Biasa (KLB) di Bali tahun 2013, mantan Presiden RI tersebut berjanji hanya sementara menjadi Ketua Umum untuk menstabilkan situasi dan selanjutnya menjadi Ketua Dewan Pembina. (Baca: Kongres Tutup Pintu Pasek Maju Ketum PD)

Menurut Pasek, dirinya maju dalam Kongres PD bukan berarti tidak patuh kepada SBY,dan tidak menghormatinya. Namun pihaknya maju hanya untuk menyelamatkan citra SBY. (Baca: Pasek: Jadi Ketum, Orang Sekitar SBY yang Panen)

“Janjinya dalam KLB lalu, Pak SBY ingin menjadi Dewan Pembina bukan Ketua Umum. Ada itu buktinya pidatonya di Youtube,” terangnya, ketika jumpa pers di Hotel Singgasana, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5) sore.

Namun dalam Kongres IV di Surabaya ini, Pasek menilai banyak rekayasa untuk menggolkan SBY untuk menjadi Ketua Umum. Salah satu cara yang ampuh adalah mempersulit bakal calon lainnya untuk mendapatkan hak dipilih.  Bakal calon harus mendaftar hari Selasa (12/5) sebelum pukul 12.00 WIB.

Tak hanya itu, bakal calon lainnya harus mengikuti tata tertib dan ADRT partai yang dapat mempersempit peluang untuk menjadi calon ketua umum.

“Kami berani maju, tetapi akhirnya tidak bisa karena ada persyaratan yang dibuat sedemikian rupa, terstruktur, dan masif. Sehingga kami tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Bakal calon yang hendak mendaftar sebagai calon tampaknya harus diborgol dengan pasal-pasal yang dapat memberatkan untuk lolos mendapatkan hak dipilih. Salah satunya adalah Pasal 4. Dalam Tatib disebutkan peserta calon ketua umum adalah peserta yang mempunyai hak suara yang telah ditetapkan.

“Peserta yang tidak punya hak suara hanya boleh hadiri pembukaan dan penutupan saja,” katanya

Tak hanya itu,bakal calon dipersulit lagi dengan adanya aturan persyaratan, yakni peserta yang memiliki hak pilih dan dipilih harus adalah Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum,Ketua DPD,Ketua DPC, Ketua Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), dan ketua organisasi sayap partai.

Aturan dipertajam lagi dengan pasal 23, di mana bakal calon harus aktif di kepengurusan DPP selama 5 tahun. Sehingga Pasek menilai hak-haknya banyak dipotong untuk memuluskan SBY terpilih kembali.

“Semua peraturan ini dijalankan tapi belum disahkan. Bahkan dibahas aja belum. Jadi aturan jauh hari sebelumnya diterapkan,padahal kongres baru dibuka malam ini,” katanya. (Adi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.