Kamis, 24 September 20

GBN Mampu Jaring Wisatawan ke Larantuka

GBN Mampu Jaring Wisatawan ke Larantuka
* Peluncuran acara Gerakan Bale Nagi (GBN) di Gedung Sapta Pesona Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Sabtu (18/1/2020). (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bermacam cara pemerintah daerah mengajak masyarakatnya untuk pulang kampung ke tanah kelahirannya. Seperti yang dilakukan oleh  Kabupaten Flores Timur ini misalnya.

Baru-baru ini Kabupaten Flores Timur mempromosikan potensi wisata daerahnya melalui Gerakan Bale Nagi (GBN) yang diluncurkan di Gedung Sapta Pesona Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak orang-orang Flores Timur yang berada di luar Larantuka, untuk pulang kampung saat Pekan Suci Semana Santa.

Ketua Pelaksana GBN Simon Lamakadu mengatakan, gerakan ini merupakan frasa melayu Larantuka yang berarti  pulang kampung.

“Bagi orang Flores Timur frasa ini memiliki arti khusus untuk mengajak masyarakat Flores Timur untuk mengangkat potensi wisata alam, budaya, dan wisata religi yang ada di daerahnya seperti hari paskah yang digelar perhelatan Semana Santa,” kata Simon dari keterangan tertulis Kemenparekraf yang diterima obsessionnews.com, Senin (20/1).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur Apolonia Corebima mengatakan, GBN ini merupakan sinergi antara diaspora yang ada di Luar Flores Timur.

“Sebenarnya tahun lalu sudah digelar Festival Bale Nagi yang tujuannya untuk menjadi daya tarik baru bagi para peziarah. Ajang itu ternyata mampu menjaring wisatawan ke wilayah Larantuka,” ungkap perempuan yang akrab disapa Nia.

Dia menambahkan, biasanya wisatawan yang datang ke Larantuka saat Samana Santa hanya 1-2 hari. “Semoga dengan digelarnya gerakan dan Festival Bale Nagi, lama tinggal wisatawan bisa semakin panjang mencapai 7 hari,” katanya.

Untuk itu, Nia mengaku berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghadirkan atraksi bagi wisatawan, seperti festival tenun ikat, kuliner lokal, dan berbagai kegiatan lainnya sebelum akhirnya mengikuti prosesi Semana Santa atau Pekan Suci yang merupakan sebuah perayaan liturgi dan devosi umat Katolik di Larantuka. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.