Minggu, 27 November 22

Gaya Lucu dan Bersahabat Sesama Pendekar

Gaya Lucu dan Bersahabat Sesama Pendekar
* Presiden Jokowi memperagakan jurus silat di samping Prabowo di acara penutupan Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-17, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016) siang.
“Gaya yg lucu dan bersahabat, sesama Pendekar, Presiden @jokowi dan Mas @prabowo diacara kejuaraan pencak silat dunia di Bali,” kicau Pramono di akun Twitternya, @pramonoanung, Jumat (9/12).

Jakarta, Obsessionnews.com – Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto bersaing pada Pilpres 2014.  Saat itu Jokowi yang berduet dengan Jusuf Kalla (JK) diusung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang terdiri dari PDI-P,  Nasdem, PKB, dan Hanura. Sedangkan Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa diusung Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari Gerindra, PAN, PKS, dan PPP. Dalam Pilpres tersebut Jokowi-JK berhasil menaklukkan Prabowo-Hatta.

Pasca Pilpres 2014 Presiden Jokowi tetap bersahabat dengan Prabowo. Beberapa kali mereka bersilaturahmi. Salah satunya adalah Jokowi bertemu dengan Prabowo di acara penutupan Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-17, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016) siang. Prabowo dalam kapasitasnya selaku Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) menjadi tuan rumah perhelatan internasional ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga menghadiri acara tersebut memposting foto Jokowi yang berpakaian pendekar memperagakan jurus silat di samping Prabowo sambil tertawa. Adegan lucu itu disambut tawa dan tepuk tangan oleh Prabowo dan Pramono.

Gaya yg lucu dan bersahabat, sesama Pendekar, Presiden @jokowi dan Mas @prabowo diacara kejuaraan pencak silat dunia di Bali,” kicau Pramono di akun Twitternya, @pramonoanung, Jumat (9/12).

Presiden Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto, ditandai dengan pemberian udeng, keris dan sertifikat di Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016).
Presiden Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto, ditandai dengan pemberian udeng, keris dan sertifikat di Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016).

Dalam pidato saat menutup kejuaraan silat itu Jokowi mengaku bangga melihat 40 negara peserta  berkumpul atas kecintaan yang sama kepada pencak silat, ilmu bela diri kebanggaan bangsa Indonesia.

“Kita memang berbeda bahasa, berbeda bangsa, tapi di sini kita saling berkomunikasi dengan pencak silat, sebuah seni bela diri asli indonesia yang memperkuat karakter memperkuat mental menjunjung keyakinan bahwa segala kekuatan, segala kepintaran segala kehebatan kalah dengan kesabaran kalah dengan keikhlasan,” katanya.

Presiden lantas teringat film Indonesia The Raid, yang aktor-aktornya memang jagoan silat semuanya. Sekarang mereka terkenal di dunia film internasional.

Menurut Presiden, sudah sepantasnya dan sudah seharusnya pencak silat turut memiliki kiprah di tingkat dunia.

“Pak Prabowo menyampaikan tadi bahwa pencak silat sudah bisa masuk Asian Games, kemudian Olimpiade 2020 sudah bisa masuk tapi dalam tingkat eksebisi. Untuk tahun 2024 kita harapkan pencak silat sudah bisa masuk olimpiade,” kata Presiden Jokowi.

Bukan hanya bela dirinya, yang harus menembus dunia, lanjut Presiden, tapi juga nilai-nilai yang melekat pada pencak silat.  seperti sikap kesatria,  tidak sok jagoan dan adigung, sikap tanpa pamrih dan dan suka menolong orang lain.

Untuk itu, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah indonesia akan terus mendukung usaha semua pihak berbicara dengan negara yang lain agar pencak silat menjadi cabang olahraga yang nantinya bisa dipertandingkan di Olimpiade.

Dalam acara penutupan Kejuaraan Pencak Silat Dunia ke-17 itu, Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan pencak silat babak final antara pesilat puteri Vietnam melawan Thailand, serta pertandingan pesilat putri Malaysia melawan Belgia.

Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Prabowo.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi dianugerahi gelar Pendekar Utama oleh Prabowo ditandai dengan pemberian udeng, keris, dan sertifikat.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menpora Imam Nahrawi, dan Gubernur Bali Mangku Pastika. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.