Jumat, 24 September 21

Gatot Pujo untuk Ketiga Kalinya Jadi Tersangka KPK

Gatot Pujo untuk Ketiga Kalinya Jadi Tersangka KPK

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ketiga kalinya menetapkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka. Kasus yang menjerat Gatot kali terkait dugaan pemberian gratifikasi dalam persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumatera Utara 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.

“Disimpulkan telah ditemukan dua bukti permulaan yang cukup kemudian ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan terkait pemberian hadiah atau janji kepada anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan 2014-2019 untuk tersangka GPN,” ujar Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi di kantornya, Selasa (3/11/2015).

Gatot diduga telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam gelar perkara yang dilakukan KPK terungkap Gatot memberikan gratifikasi kepada lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, yaitu Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Ajib Shah, Kamaludin Harahap, dan Sigit Pramono Asri. Bersama dengan Gatot, kelima penerima gratifikasi tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima orang tersebut disangka telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Gatot sebelumnya telah berstatus tersangka dalam perkara lain di KPK, yakni kasus suap hakim PTUN. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu juga sudah menjadi tersangka dalam penanganan kasus korupsi dana bansos Pemprov Sumatera Utara tahun anggaran 2011-2013 di Kejaksaan Agung. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.