Selasa, 25 Januari 22

Gatot: Kalau TNI Kuat, Ekonomi Negara Juga Kuat

Gatot: Kalau TNI Kuat, Ekonomi Negara Juga Kuat

Jakarta, Obsessionnews – Dalam fit and proper test, Calon Panglima TNI, di Komisi I DPR RI, Rabu (1/7/2015) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, bahwa kondisi perekonomian negara tidak bisa dilepaskan dengan kondisi angkatan militernya. Jika, angkatan militernya tangguh maka ekonomi cenderung bagus.

“Selama ini ada pandangan setelah ekonomi kuat baru pikirankan keamanan. Ini saya luruskan bahwa dengan TNI tangguh maka ekonomi juga baik. Oleh karena itu butuh anggaran yang besar, ini perlu dipikirkan,”‎ ujar Gatot.

Anggaran yang besar itu nantinya, akan digunakan untuk memperkuat Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AU). Hal ini sekaligus untuk mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Selain itu, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat luas, ‎memang dibutuhkan persenjataan yang kuat, untuk mengantisipasi ancaman dari luar. Pasalnya, sudah banyak negara-negara besar membangun pangkalan militer disekitar kawasan laut Indonesia. Seperti, Tiongkok membangun pangkalan militer di laut Tiongkok Selatan dan Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Australia.

“Tidak ada alternatif lain, kecuali fokus membangun kekuatan AL dan AU secara serentak dan sesegera mungkin agar mampu mengntrol, mengawal dan menjaga nusantara dengan memiliki keunggulan laut dan keunggulan udara,” terangnya.

Setelah hal itu terwujud, gagasan utama yang akan ia lakukan adalah meningkatkan kedekatan dengan rakyat karena sebagai lembaga negara  TNI lahir dari rakyat dengan tujuan menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. “Rakyatlah ibu kandung TNI, TNI arus berjuang dengan rakyat. Berani, tulus dan ikhlas demi untuk Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini masalah kependudukan tidak dikaitkan dengan masalah TNI. Padahal, pada 2017 mendatang pertumbuhan penduduk dunia mencapai 8 milliar jiwa, sementara daya tampung dunia hanya 3-4 milliar jiwa. Kemudian, katanya, masalah kependudukan seperti data UNICEF, dalam setiap hari 41.095 jiwa meninggal dunia.

“Kependudukan, energi, mineral dan pertanian, sebenarnya jadi sumber-sumber potensi konflik di masa depan,” ungkapnya.

KSAD Jenderal TNI ini pun juga memaparkan 5 visi kedepan agar TNI lebih maju. Pertama, meningkatakn kesejahterana prajurit. Kedua, pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista)/non alutsista. Ketiga, kesiapan operasional satuan. Keempat, pendidikan dan latihan dalam rangka terwujudnya profesionalisme prajurit.

“Dan kelima, pengamanan perbatasan negara dan pulau terluar,” paparnya.

Namun sayangnya, pemaparan visi Calon Panglima TNI ini tidak dijelaskan secara mendatang. Ditambah, fit and proper test ini tidak sepenuhnya dilakukan secara terbuka. Melainkan, visi terbuka sementara misi dilakukan tertutup demi menjaga kerahasiaan dan keamanan negara yang sudah di sepakati oleh Calon Panglima TNI dan Komisi I DPR. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.