Selasa, 18 Juni 19

Garuda Indonesia Bukukan Pendapatan Operasi 807,2 Juta dolar AS pada Q1-2013

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

A.Rapiudin
Jakarta– PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk  membukukan Pendapatan Operasi (Operating Revenue) sebesar 807,2 juta dolar AS pada Q1-2013 ini atau meningkat sebesar 12,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 717,4 juta dolar AS.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (30/4).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya jumlah penumpang yang diangkut sepanjang Q1-2013, yaitu sebanyak 5,56 juta penumpang. Jumlah tersebut naik 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012, yaitu sebanyak 4,6 juta penumpang. Di sisi lain, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan angkutan cargo sebesar 24,2 persen, yaitu menjadi 81,3 ribu ton pada Q1-2013, dari sebelumnya sebesar 65,4 ribu ton pada Q1-2012.

Emirsyah mengatakan, peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan terlaksananya berbagai program ekspansi perusahaan melalui “Quantum Leap 2011-2015” serta melalui pelaksanaan berbagai langkah efisiensi dalam perusahaan. Program “Quantum Leap” memiliki peran yang strategis dalam kaitan dengan pengembangan perusahaan ke depan, khususnya dalam menyiapkan fundamental Garuda Indonesia agar menjadi airline yang kompetitif untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan.

“Selama Q1-2013, frekuensi penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia juga mengalami peningkatan menjadi sebanyak 44.224 penerbangan atau naik 23,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebanyak 35.817 penerbangan. Selain itu, kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) juga meningkat sebesar 16,2 persen dari 8,56 miliar menjadi 9,96 miliar,” ujarnya.

Emirsyah menambahkan, perusahaan berhasil meningkatkan isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) pada Q1-2013 ini sebesar 1,7 persen menjadi 74,5 persen, dari 72,8 persen pada periode yang sama tahun lalu –  di samping peningkatan utilisasi pesawat menjadi 11:04 dari 10:44 jam pada periode yang sama tahun lalu. Tingkat ketepatan penerbangan (On-Time Performance/OTP) pada Q1-2013 ini mencapai 87,9 persen mengalami peningkatan 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, market share Garuda Indonesia di pasar domestik juga meningkat menjadi sebesar 28,3 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 27,3 persen. Trafik penumpang Garuda Indonesia di dalam negeri pada periode Januari – Februari 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen, lebih baik dibanding maskapai lain yang rata-rata mengalami penurunan hingga 4,1 persen.

Adapun market share Citilink, anak usaha Garuda Indonesia di segmen Low Cost Carrier, naik menjadi 6,9 persen pada periode Januari – Februari 2013 dari sebesar 3 persen pada periode yang sama tahun 2012. Sementara trafik penumpang Citilink pada periode Januari – Februari 2013 meningkat sebesar 141% menjadi 530 ribu penumpang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar 220 ribu penumpang.

Sementara itu, lanjut Emirsyah, market share Garuda Indonesia di pasar internasional meningkat menjadi 25,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 23,6 persen. Trafik penumpang Garuda Indonesia di rute-rute internasional pada periode ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,1 persen, lebih baikdibanding maskapai lainnya yang mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.

Kendati demikian, sesuai siklus penerbangan yang cenderung menurun pada periode Q1 serta ditambah akibat faktor cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada Januari lalu, maka secara konsolidasi Operating Income mengalami pertumbuhan negatif sebesar 20,7 persen dari 16,7 juta dolar AS pada Q1-2012 menjadi 20,1 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun ini.

Di samping itu, Citilink terus mencatat pertumbuhan baik dari sisi operasional maupun market share di pasar domestik pada kuartal pertama tahun ini. Namun kinerja Citilink sebagai airline baru yang masih berada pada tahap awal program pengembangan, belum maksimal mengingat saat ini maskapai tersebut masih melaksanakan berbagai program marketing untuk perluasan pasarnya.

Sementara itu, pada tahun 2012 Garuda Indonesia mencatat pertumbuhan Laba Komprehensif (Comprehensive Income) sebesar 100 persen, dari 72.7 juta dolar AS pada tahun 2011 menjadi  145.4 juta dolar AS pada tahun 2012. Garuda Indonesia juga berhasil membukukan Pendapatan Operasi (Operating Revenue) sebesar 3,472.5 juta dolar AS, meningkat 12.1 persen dibanding tahun 2011 sebesar 3,096.3 juta dolar AS.

Laba Operasi (Income from Operations) juga meningkat 82 persen dari 92.3 juta dolar AS pada tahun 2011, menjadi 168.1 juta dolar AS pada tahun 2012, dan Laba Bersih (Income Current Period) meningkat sebesar 72,6 persen dari 64.2 juta dolar AS di tahun 2011 menjadi 110.8 juta dolar AS pada tahun 2012.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.