Rabu, 25 Mei 22

Gara-gara Shalat, Pekerja Dipecat

Gara-gara Shalat, Pekerja Dipecat

Jakarta, Obsessionnews – Gara-gara menuntut disediakannya waktu shalat lima waktu, ratusan buruh Muslim dipecat dari pabrik pengemasan daging di Colorado, Amerika Serikat.

Kebanyakan buruh yang merupakan imigran asal Somalia tersebut, memprotes kebijakan manajemen yang membatasi dengan ketat waktu untuk Shalat. Padahal sebelumnya, seperti laporan lembaga Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), para pekerja diberikan waktu cukup.

CAIR seperti dilansir Reuters menyebutkan, 190 buruh tersebut diperlakukan diskriminatif oleh manajer pabrik milik Cargill Meat Solutions di Fort Morgan.

Juru bicara CAIR, Jaylani Hussein mengatakan, masalah ini muncul akibat kesalah pahaman dalam perubahan kebijakan. Tidak bisa shalat, lebih buruk ketimbang kehilangan pekerjaan.

“Itu seperti kehilangan rahmat dari Allah,” kata Hussein.

Sementara itu, Mike Martin juru bicara Cargill mengatakan kalau perusahaan mengakomodasi ibadah buruh dengan menetapkan jam dan tidak mengganggu pekerjaan. Perusahaan menetapkan waktu shalat selama 10 hingga 15 menit dan dimasukkan ke dalam jam istirahat yang cuma 30 menit sehari. Dan di jam ini, pekerja tak dihitung bayarannya.

Sebanyak 190 buruh kata Martin, meninggalkan pabrik pekan lalu sebagai bentuk protes. Utlimatum yang diumumkan agar pekerja kembali masuk dalam waktu tiga hari juga sudah diumumkan. Karena tak muncul, akibatnya semua di-PHK.

Direktu eksekutif Komisi Hak Azasi Manusia Somalia, Omar Jamal mengatakan, manajer Cargil tak mengerti soal ibadah Muslim. Utamanya, soal lima waktu yang bisa berubah tergantung pergerakan matahari dan bulan.

Jamal bilang, pihaknya sudah menghubungin Cargill demi bernegosiasi. Berdasarkan informasi di situs perusahaan, Cargill mempekerjakan 155 ribu orang dari 68 negara.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.