Selasa, 19 Oktober 21

Gara-gara Pecat Guru Honorer, Pejabat Dikbud Maluku Disanksi

Gara-gara Pecat Guru Honorer, Pejabat Dikbud Maluku Disanksi

Jakarta, Obsessionnews – Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal menyayangkan sikap reaktif Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Banda yang memecat Miftah Sabban, seorang guru honorer karena hanya bertanya mengenai persoalan pendidikan di Maluku kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Memang seharusnya ini tindakan yang dilakukan level bawah tapi beta harys betulkan akang. Tidak boleh ada tindakan sepihak yang dilakukan seperti itu yang mengakibatkan pihak lain merasa dirugikan,” ujar Abua saat dihubungi, Jumat (25/3/2016).

Atas tindakan kesewenangan itu, Abua mengaku telah memberi sanksi berupa teguran secara lisan kepada Kepala UPTD yang bersangkutan. Dia berharap kasus ini merupakan yang pertama dan tidak boleh terulang kembali di waktu mendatang.

“Ada tingkatan (sanksi) kali ini tidak begitu (tergur tertulis), cukup dengan peringatan secara lisan saja, tapi kalau ada tindakan-tindakan berkelanjutan maka itu harus ada peringatan secara tertulis,” kata Abua.

Selabagai langkah pencegahan, Abua mengatakan ke depan dia melakukan pembinaan secara rutin kepada semua unit kerja bawahnya. Dengan pembinaan itu diharapkan para bawahannya bisa bekerja sesuai dengan Norma dan aturan yang berlaku.

“Ini adalah tindakan subjektif untuk itu, beta (saya) akan melakukan pembinaan kepada pegawai sehingga ke depan tidak melalukan hal-hal yang seperti kasus di Banda ini. Dan ini baru pertama kali terjadi,” tagas dia.

Menurut Abua, Miftah Sabban harusnya diapresiasi karena keberaniannya menyuarakan aspirasi tentang masalah pendidikan di Maluku di hadapan Wapres Jusuf Kalla, bukan sebaliknya diberi tindakan pemecatan. Ia menduga pemecatan itu, karena curhatan Miftah membuat pihak lain merasa tersinggung.

“Beta (saya) apresiasi si penanya guru honorer yang bersangkutan untuk menanyakan hal ini di hadapan Wapres. Itu suatu keberanian yang luar biasa dan katong (kita) harus memberikan apresiasi kepada orang-orang seperti itu,” pinta Abua.

Miftah Sabban yang sehari-harinya bertugas di SD Negeri 2 Banda Kabupaten, Maluku itu sudah diminta kembali mengajar setelah diberhentikan dari sekolahn tersebut. Namun demikian, guru honorer yang sudah mengabdikan diri selama lima tahun ini masih mempertimbangkan tawaran tersebut.

“Sebagai warga negara dia punya hak apakah dia mau kembali lagi untuk mengajar atau tidak, itu haknya dia. Tapi yang terpenting pimpinan sudah perintahkan untuk dia kembali memenuhi kewejiban tugasnya,” pungkas Abua.

Miftah dipecat oleh Kepala SD Negeri 2 Banda, Fatimah Assagaff atas perintah Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banda. Dia dipecat setelah bertanya tentang masalah pendidikan dalam acara pertemuan sejumlah elemen masyarakat dengan Wapres JK di Istana Mini, Maluku, Kamis (17/3/2016).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.