Senin, 20 September 21

Ganja Gorilla dan Dampaknya Bagi Generasi Muda

Ganja Gorilla dan Dampaknya Bagi Generasi Muda
* ilustrasi ganja gorilla. (ist)

Ganja Gorilla dan Dampaknya Bagi Generasi Muda
Oleh : dr Andri SpKJ FAPM

Salah satu perhatian saya belakangan ini adalah semakin pintarnya para pengedar zat adiktif/ barang terlarang yang bisa membuat mabuk generasi muda. Saya berpikir mereka mungkin mencontoh dari luar negeri lewat film-film yang sudah beredar di Indonesia. Salah satu contoh saja dalam film Hollywood 21 Jump Street versi layar lebar, di sana digambarkan ada seorang siswa SMA yang pintar meracik obat/zat yang bisa membuat orang yang mengkonsumsinya mengalami banyak gejala gangguan suasana perasaan, pikiran dan perilaku. Zat tersebut dikatakan belum terdaftar dalam kategori obat berbahaya tetapi mampu diperjualbelikan di kalangan sekolah dan laku keras.

Fenomena ini tentunya tidak berbeda sepertinya dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Semakin banyak orang pintar yang ingin tetap membuat rusak generasi muda dengan zat-zat yang bersifat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku orang tersebut. Pintarnya lagi adalah mereka mulai membuat racikan (cocktail) zat tersebut dari bahan-bahan yang belum dikategorikan sebagai obat terlarang, narkotika atau psikotropika sehingga masih bisa mengelak dari hukum pidana terkait dengan pengedaran zat narkotika dan psikotropika tanpa wewenang. Mereka sudah tahu mengedarkan zat seperti heroin, kokain, ganja, ekstasi, sabu dan obat psikotropika tanpa ijin adalah melanggar hukum, jadi mereka mulai mencari alternatif.

Salah satu fenomena yang sedang marak belakangan ini adalah tentang tembakau gorilla yang dikatakan memiliki efek seperti ganja. Berita tentang hal ini sebenarnya sudah mulai marak sejak awal tahun 2015 tetapi makin lama makin banyak berita tentang hal ini sehingga akhirnya menarik minat Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyelidiki. Pemakai dari tembakau gorilla ini mengatakan adanya efek seperti ganja yang dirasakan seperti rasa senang yang berlebihan walaupun ada efek samping yang dirasakan seprti halusinasi dan rasa kaku sekujur tubuh sehingga dikatakan seperti tertimpa gorilla. Tidak heran banyak pemakainya mengatakan zat ini berefek mrip ganja.

Dalam penelusuran berita terkait ini dikatakan bahwa tembakau gorilla ini mengandung zat sintetik mirip ganja (canabinoid) yaitu AB-CHMINACA. Kepala Humas BNN KOmbes Pol Selamet Pribadi seperti dikutip dari berita metronews.com mengatakan (Jumat 9/10/2015) bahwa zat ini memiliki sifat seperti canabinoid atau halusinogen (zat yang bisa menyebabkan halusinasi). Artinya zat ini bisa menimbulkan gejala gangguan jiwa seperti halusinasi.

Bahaya Zat Untuk Kesehatan Jiwa
Zat yang dapat menyebabkan gejala gangguan jiwa seperti euforia ataupun halusinasi berbahaya bagi otak pemakainya. Euforia atau senang berlebihan dan halusinasi atau gangguan persepsi sehingga orang bisa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada sumbernya adalah dua gejala gangguan jiwa yang terkait dengan aktifitas zat kimia di otak (neurotransmitter) dopamin.

Dopamin di otak sebenarnya dalam jumlah yang seimbang berfungsi untuk proses berpikir dan merasakan sesuatu. Jika berlebihan maka bisa menimbulkan gejala gangguan jiwa seperti halusinasi dan delusi (biasanya delusi paranoid misalnya ketakutan atau kecurigaan yang berlebihan bahwa ada seseorang yang akan berbuat jahat terhadap dirinya). Inilah yang juga terjadi pada pasien gangguan jiwa skizofrenia paranoid. Pasien skizofrenia paranoid biasanya mengalami halusinasi dan delusi karena dopamine di otaknya berlebihan.

Maka tidak bisa dipungkiri bila pemakaian zat yang bisa memicu peningkatan aktifitas dopamin di otak seperti ganja atau tembakau gorilla bisa memicu terjadinya gangguan jiwa, apalagi pada individu yang memang sudah rentan sistem otaknya dan mempunyai bawaan genetk gangguan jiwa skizofrenia paranoid.

Hal inilah yang mungkin perlu diketahui oleh para anak muda, mahasiswa pengguna zat-zat adikitif dan berbahaya yang sering kali menimbulkan gejala gangguan jiwa. Banyak yang masih berpendapat bahwa kalau pakai sekali-kali tidak masalah, hal ini sangat tidak tepat. Saya dalam praktek pernah menemukan pasien yang mengalami halusinasi dan delusi menetap setelah hanya mencoba mengisap ganja sekali saja. Pasien sampai menyesal tak terkira tapi apa daya nasi telah menjadi bubur.

Keinginan coba-coba yang kuat sering kali membuat penilaian anak muda menjadi salah terkait obat-obatan terlarang. Mereka sangat ingin mencoba dan merasakan efeknya karena pengaruh teman-teman. Beberapa anak muda yang memang dasarnya suka “mabok” dan ingin selalu “high” memang memanfaatkan pengetahuan tentang obat secara salah. Banyak dari mereka mencoba melakukan coba-coba terhadap berbagai macam zat agar mendapat efek “gitting alias getting high” dengan cara mencampur obat. Pemahaman tentang hukum membuat mereka mencoba alternatif dengan meracik obat dari bahan-bahan yang belum termasuk zat terlarang yang dilarang oleh Undang-Undang dan Hukum di Indonesia.

Tugas BNN akan menjadi lebih berat ke depannya untuk mendeteksi setiap upaya dari orang-orang tertentu yang memang berniat tidak baik untuk membuat generasi muda jadi generasi yang bodoh dan maunya senang dengan cara instan. Selain dengan pendidikan berkaitan dengan narkotika dan psikotropika, BNN juga perlu mempunyai upaya mendeteksi zat-zat yang berbahaya di pasaran yang belum termasuk dalam UU Narkotika dan Psikotropika.

Upaya laporan dari masyarakat perlu ditindaklanjuti untuk membuat kerja proaktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan zat yang bisa merusak generasi muda Indonesia. BNN tidak boleh kalah pintar dengan para peramu obat yang sering kali berusaha terus menerus mencari celah untuk mendapatkan zat yang efeknya sama dengan obat-obatan terlarang. Semoga kita semua bisa saling berkontribusi. Salam Sehat Jiwa. [#]

*) dr Andri SpKJ FAPM – Psikiater, Pengamat Kesehatan Jiwa, Dosen dan Praktisi di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.