Kamis, 23 September 21

Ganja Dilirik Perusahaan Raksasa Tembakau sebagai Masa Depan Rokok

Ganja Dilirik Perusahaan Raksasa Tembakau sebagai Masa Depan Rokok
* Ganja untuk rokok. (Foto : KlikDokter)

Ganja yang di beberapa negara, seperti Indonesia, masuk dalam kategori narkotika, kini dilirik sebagai bagian dari masa depan rokok oleh perusahan tembakau besar di dunia.

Perusahaan tembakau besar di dunia yang berasal dari Inggris, British American Tobacco (BAT), melihat ganja sebagai bagian dari masa depan di tengah upaya untuk beralih dari penjualan rokok tradisional.

BAT mengatakan ingin “mempercepat” transformasinya dengan mengurangi dampak kesehatan dari produk rokok tradisionalnya.

Maret lalu, BAT menanamkan saham ke perusahaan pembuat ganja medis Kanada, Organigram.

Mereka juga menandatangani kesepakatan untuk meneliti berbagai produk ganja yang baru untuk orang dewasa, diawali dengan penelitian yang fokus pada cannabidiol (CBD).

“Karena kami memikirkan portofolio untuk masa depan, tentu saja di luar produk nikotin. Itu [ganja] menarik bagi kami sebagai gelombang lain dalam pertumbuhan di masa depan,” eksekutif BAT Kingsley Wheaton mengatakan kepada BBC Radio 4 dalam Today Programme.

Wheaton, kepala pemasaran BAT, mengatakan melihat produk-produk lain yang terbuat dari ganja sebagai bagian dari pertumbuhan masa depan perusahaannya.

BAT saat ini sedang menguji coba produk rokok elektrik atau vape CBD di Manchester, Inggris.

“Saya pikir [vaping CBD] adalah bagian dari masa depan, tetapi tantangan saat ini adalah mengurangi bahaya dalam alternatif tembakau dan nikotin, dan mendorong orang untuk beralih.”

Merilis hasil pertengahan tahun hingga Juni, raksasa tembakau itu melaporkan kenaikan pendapatan 8,1% menjadi £12,18 miliar atau lebih dari Rp205 triliun.

Lebih dari sepertiga pendapatannya di Inggris sekarang berasal dari merek rokok elektrik seperti Vuse, Velo dan Glo.

Raksasa tembakau ini juga melihat kenaikan tercepat dalam pelanggan baru, dengan pengguna produk yang tidak mudah terbakar — seperti vape — melonjak 2,6 juta menjadi 16,1 juta. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.