Sabtu, 8 Oktober 22

Gangguan Kabut Asap, Gubernur Izinkan Siswa Libur

Gangguan Kabut Asap, Gubernur Izinkan Siswa Libur

Padang, Obsessionnews – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Reydonnyzar Moenek mengizinkan bupati dan walikota di Sumbar untuk meliburkan siswa disemua tingkatan untuk menghindari penyakit akibat paparan kabut asap.

“Proses belajar mengajar boleh diliburkan dengan ketentuan mengacu kepada intruksi Menteri Pendidikan, Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen,” ujar Reydonnyzar Moenek usai upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke 87 tahun 2015 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (28/10).

Bardasar intruksi dimaksud, kata Donny, peserta didik Paud, TK dan SD boleh diliburkan apabila konsentrasi PM10 mencapai 200 mikrogram per meter kubik. Apabila konsentrasi PM10 sudah berada 300 mikrogram per meter kubuk, siswa SMP dan SMA sederajat boleh diliburkan.

Peserta didik diizinkan libur sekolah, untuk menghindari penyakit seperti Ispa bagi anak didik akibat paparan kabut asap. Peserta didik terutama paud, TK dan SD sangat rentan mengidap penyakit Ispa.

Donny mengatakan, Indeks standar pencemaran udara atau ISPU Rabu (28/10) sudah berkurang dibanding pada hari Selasa kemaren. Ispu berkurang setelah sebahagian wilayah Sumbar diguyur hujan sejak Selasa (27/10) sore.

Berdasarkan pantauan Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang, kata Donny, konsentrasi PM10 sekitar pukul 11:00 WIB mencapai 289 mikrogram per meter kubik atau kategori ISPU berada pada level tidak sehat.

Satu jam kemudian, tepatnya pada pukul 12:00 WIB, konsentrasi PM10  mencapai 253 mikrogram per meter kubik atau kategori ISPU berada pada level tidak sehat.

Dalam kesempatan lain, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemdikdasmen, Ananto Kusuma Seta mengatakan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anis Baswedan mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada gubernur supaya meliburkan siswa di daerah mereka akibat terpapar kabut asap.

“Menteri mengizinkan daerah untuk meliburkan peserta didik Paud, TK dan SD apabila konsentrasi PM10 sudah berada pada level 200 mikrogram per meter kubik. Siswa SMP dan SMA sederajat diperbolehkan libur apabila konsentrasi PM10 sudah berada pada level 300 mikrogram per meter kubik,” ujar Ananto saat berada di Padang, Selasa (27/10).

Hingga Rabu (28/10), delapan daerah di Sumbar meniadakan proses belajar mengajar siswa akibat kabut asap yang semakin tebal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syamsulrizal mengatakan, proses belajar mengajar siswa di delapan daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) ditiadakan, karena kualitas udara di wilayah itu memburuk akibat kabut asap.

Delapan daerah yang meliburkan siswa terdapat di Kabupaten Dharmasraya, 50 Kota, Sijunjung, Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman serta Kota Padang. Proses belajar mengajar di daerah itu diliburkan mulai Paud, TK, SD hingga tingkat SLTA. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.