Rabu, 8 Februari 23

Gandi Minta Pemerintah Serius Dukung Vaksin Nusantara

Gandi Minta Pemerintah Serius Dukung Vaksin Nusantara
* Gandi Parapat. (Foto: dok Pessy/ON)

Jakarta, Obsessionnews.com —Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Gandi Parapat ikut menyoroti vaksin Nusantara buatan dr Terawan yang hingga kini belum jelas kelanjutannya lantaran tak mendapat dukungan pemerintah.

Menurut Gandi, produksi vaksin Nusantara harus dilanjutkan sehingga masyarakat Indonesia dapat menggunakannya sebagai ikhtiar mengatasi penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air. Ia tak meragukan kualitas vaksin Nusantara yang katanya mampu bertahan seumur hidup. 

“Vaksin luar negeri masa berlakunya hanya 1 sampai 8 bulan sementara vaksin Nusantara seumur hidup jadi mana yang lebih untung tentu yang ini vaksin Nusantara ini,” kata Gandi saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021). 

“Saya sangat simpati dan sangat berharap agar vaksin Nusantara ini diproduksi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kamu tahu bahwa vaksin Nusantara ini lebih mampu dan tahan lama daripada vaksin-vaksin dari luar negeri dimana jangka waktunya hanya 1 sampai 8 bulan,” tambahnya.

Gandi berharap ke pemerintah agar memprioritaskan vaksin Nusantara ketimbang vaksin luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Alasannya selain efektif menekan penyebaran Virus Corona, dengan menggunakan vaksin Nusantara akan lebih menghemat anggaran pemerintah.

“Apapun kendalanya perlu disikapi oleh pemerintah atau oleh pak Presiden Jokowi. Kalau dari segi hitung-hitungan ayo kita hitung berapa untung ruginya kalau vaksin Nusantara digunakan, dibandingkan dengan vaksin luar negeri,” tandasnya.

“Yang paling menakutkan di tubuh kita ini mungkin akan gampang diserang oleh virus seperti Corona ini, jadi mau tidak mau masyarakat perlu divaksin kembali, akhirnya lama-lama uang jadi habis. Meski begitu, vaksin luar negeri yang sudah digunakan juga belum menjamin masyarakat bisa bebas dari Covid-19,” lanjut Gandi menerangkan.

Alasan lain Gandi mendukung penggunaan vaksin Nusantara karena vaksin Nusantara merupakan produk dalam negeri, karya dr Terawan yang sudah melewati tahap penelitian ilmiah. Sehingga kualitas vaksin Nusantara yang menggunakan sample orang Indonesia ini tak perlu diragukan lagi. 

“Kita harus cinta terhadap produk Indonesia. Tidak perlu kita cinta produk Indonesia apabila tidak bermutu, tapi ini sangat bermutu, inilah yang harus kita kejar. Apa sebenarnya kendalanya kalau pemerintah punya kendala masalah uang misalnya kasih tahu kepada masyarakat, jadi pemerintah jangan segan-segan untuk memproduksi,” ujar Gandi. 

Dalam kesempatan itu, Gandi menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan dr Terawan yang merupakan satu-satunya anak bangsa yang mampu menghadirkan vaksin bagi masyarakat Indonesia. Meski belum didukung pemerintah, ia berharap dr Terawan tidak putus asa, dan tetap semangat lanjutkan produksi vaksin Nusantara. 

“Terima kasih kepada pak dokter Terawan yang telah memberikan ilmu dan pengabdiannya untuk menghadirkan vaksin Nusantara. Untuk itulah kami berdoa bapak dokter Terawan agar tetap kuat dan teguh menghadapi problema-problema yang ada di masyarakat terkait dengan masalah vaksin Nusantara,” pungkas Gandi. 

Terkait dengan berita miring soal vaksin Nusantara salah satunya menyangkut kekhawatiran efek samping yang ditimbulkan, Gandi menegaskan hal itu hanya sebagas isu yang belum ada pembuktiannya. Ia yakin dr Terawan mampu mempertanggungjawabkan keilmuannya dengan memproduksi vaksin Nusantara. 

“Kalau vaksin Nusantara disebut belum melalui penelitian ilmiah apakah perlu dilakukan? saya meyakini Pak dokter Terawan mempunyai tanggung jawab moral untuk mempertanggungjawabkan keilmuannya. Kalau pak Terawan diuji dalam hal itu kami meyakini pak Terawan mampu baik secara nasional, maupun internasional,” tegas dia.

Gandi yang merupakan pensiunan PNS asal Medan, Sumatera Utara itu datang ke Jakarta dengan harapan bisa mendapat kesempatan menerima vaksin Nusantara karena di tempat tinggalnya vaksin tersebut belum tersedia. “Tapi saya masih punya kendala. Apapun alasannya saya akan mengejar vaksin Nusantara ini,” pintanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.