Sabtu, 18 September 21

Gamelan untuk Tunanetra dari Mahasiswa UGM

Yogyakarta, Obsessionnews.com –  Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, memiliki kepedulian yang besar pada penyandang cacat, khususnya tunanetra, agar bisa bermain gamelan. Untuk itu  lima mahasiswa yakni Fadil Fajeri (SV, Teknik Elektro), Dinar Sakti Candra Ningrum (SV, Elins), Muhammad Ali Irham (SV, Elins), Sapnah Rahmawati (SV, Ekonomi Terapan), dan Musfira Muslihat (Psikologi) mengembangkan gamelan khusus untuk tunanetra. Mereka dibimbing oleh Ma’un Budiyanto, S.T., M.T. , melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM 2017.

Ketua pengembang E-Gamatuna, Fadil, mengungkapkan pengembangan E-Gamatuna sebagai media untuk meningkatkan eksistensi gamelan di masyarakat termasuk kalangan difabel seperti tunanetra. Dengan alat yang dikembangkan diharapkan dapat memudahkan tunanetra dalam memainkan gamelan.

“Butuh pembelajaran ekstra bagi tunanetra untuk bisa menggunakan gamelan. Namun, dengan E-Gamatuna ini bisa mengurangi kesulitan penyandang tunanetra untuk belajar dan memainkan gamelan dengan lebih praktis,” paparnya saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM, Senin (5/6/2017) seperti dikutip situs resmi UGM, ugm.ac.id.

Fadil menjelaskan E-Gamatuna tersusun dari dua bagian utama, yaitu hardware dan software. Alat ini dilengkapi dengan sensor finger touch yang terbuat dari alumunium foil untuk memudahkan tunanetra dalam memainkan gamelan.

“Ada sensor finger touch yang jika disentuh ke grounding akan mengirimkan data ke mikrokomputer dan data yang telah diproses dikirim ke software menjadi sebuah nada,” tuturnya.

Sensor nada ini dipasangkan di  tujuh jari tangan, yaitu 4 jari kiri dan 3 jari kanan. Mampu mengeluarkan nada dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa, yaitu ji, ro, lu, pat, mo, nem, pi.

Sapnah menambahkan saat ini E-Gamatuna masih berupa prototipe dengan instrumen saron. Namun, ke depan akan dikembangkan instrumen lainnya seperti demung dan peking.

Pengembangan alat ini ini tidak hanya membantu penyandang tunanetra memainkan gamelan. Namun demikian, juga semakin memperluas upaya promosi kebudayaan tradisional Indonesia.

“Dengan adanya E-gamatuna diharapkan tunanetra dapat ikut serta berkontribusi dalam mempromosikan budaya Indonesia,” ujarnya. (arh)

 

Baca Juga:

Mahasiswa UGM Sabet Penghargaan UNESCO Bidang Perubahan Iklim

Mahasiswa UGM Juara 3 Lomba Pidato se-ASEAN

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.