Minggu, 8 Desember 19

Gali Ilmu Fotografi dengan Canon EOS R

Gali Ilmu Fotografi dengan Canon EOS R
* Acara “The EOS R Creators Workshop” yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Sabtu (1/12/2018) lalu. (foto: Dokumen Canon)

Jakarta, Obsessionnews.comWedding photographer kaliber internasional Roberto Valenzuela hadir di Indonesia sebagai pembicara dalam acara “The EOS R Creators Workshop” yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Sabtu (1/12/2018) lalu. Tak hanya Roberto, fotografer andal tanah air yaitu Ardianto tentang fotografi panggung, serta Sambodo fotografi landscape dan budaya turut hadir di acara tersebut.

Sebanyak 200 peserta juga hadir pada acara itu, dan diberi kesempatan untuk menimba ilmu dari para pembicara yang telah berbagi pengalamannya menggunakan EOS R, yakni kamera mirrorless full-frame pertama dari Canon yang dibekali dengan sensor CMOS 30,3 megapiksel, prosesor gambar DIGIC 8, dan teknologi Dual Pixel CMOS AF yang menghadirkan kecepatan fokus 0,05 detik.

Canon Division Director, pt. Datascrip Merry Harun mengatakan, Fotografi tak hanya menjadi sekadar hobi, tetapi juga merupakan profesi yang menjanjikan. Sebagai bagian dari Industri kreatif, profesi fotografi terus tumbuh. Saat ini,  wedding photography, stage photography dan landscape photography merupakan bidang fotografi yang banyak dibutuhkan.

“Dengan diselenggarakannya The EOS R Creators Workshop ini, kami berharap peserta yang hadir dapat menambah pengetahuan dan kemampuannya dalam menghasilkan karya-karya fotografi yang semakin berkualitas, terlebih dengan dukungan perangkat kamera yang canggih dari Canon,” ujar Merry dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (3/11).

Roberto yang merupakan fotografer asal Amerika Serikat ini telah mendapatkan lebih dari 100 penghargaan internasional atas karya-karya fotografi wedding dan portait-nya. Ia juga masuk ke dalam 50 fotografer wedding top dunia oleh Junebug Wedding. Selain itu, Roberto juga menjadi ketua dan juri Wedding and Portrait Photographers International (WPPI). Bukunya “Picture Perfect Practice” dan “Picture Perfect Posing” telah menjadi buku-buku pelatihan fotografi terlaris dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Selain sebagai fotografer profesional, Roberto juga memberikan seminar dan workshop fotografi tingkat internasional. Latar belakangnya sebagai seorang musisi memberikan keunikan tersendiri dalam perjalanannya mendalami fotografi.

Dalam workshop tersebut, ia mengatakan kemampuan fotografi tidak muncul dengan sendirinya, namun perlu latihan dan belajar dari pengalaman. “Kehadiran Canon EOS R menjadikan pekerjaannya lebih mudah dan membuka peluang-peluang kreatif baru yang tidak dapat dilakukannya sebelum menggunakan kamera ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ardianto yang memiliki spesialisasi sebagai fotografer konser ini telah banyak makan asam garam serta dipercaya untuk mendokumentasi berbagai pertunjukan musik, baik artis lokal hingga dari mancanegara, seperti Iwan Fals, Tulus, Raisa, Metallica, Katy Perry, hingga terakhir Guns N’ Roses.

Ia mengatakan, dalam fotografi panggung dibutuhkan peralatan fotografi yang mumpuni, mulai dari kecepatan dan ketepatan fokus, kemampuan menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya, hingga teknologi nirkabel. “Saya dapatkan itu dengan kamera EOS R,” ungkap Ardianto.

Bagi Sambodo, kecintaannya dengan alam sejalan dengan hobi fotografinya. Sambodo sering mengadakan perjalanan fotografi ke berbagai tempat di dalam dan luar negeri. Ia bahkan sampai tujuh kali ke Nepal untuk memotret landscape Himalaya.

Pada kesempatan ini, Ia membagikan pengalamannya bagaimana teknologi dan kemampuan Canon EOS R membantunya mengambil gambar dan momen-momen terbaik saat berburu foto budaya dan landscape di lingkungan yang paling menantang sekalipun. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.