Minggu, 5 Februari 23

Gajah Tunggal Investasi Rp1,34 Triliun

Gajah Tunggal Investasi Rp1,34 Triliun

Karawang, Obsessionnews – Pabrik ban ternama Gajah Tunggal, menginvestasikan lebih dari Rp1,34 Triliun atau US$100 juta membeli pabrik berteknologi canggih di Karawang, Jawa Barat. Dengan teknologi tersebut, pasar ekspor bisa ditingkatkan hingga 50%.

“Ini merupakan proving ground hi-tech pertama di Indonesia dan bahkan ASEAN. Di luar negeri, fasilitas serupa antara lain ada di Jepang dan Eropa,” kata Presiden Direktur Gajah Tunggal Christopher Chan Siew Choong kepada Menteri Perindustrian Saleh Husin di Karawang, Jawa Barat, seperti dilansir laman Kemenperin.go.id, Kamis (19/5/2016).

baca juga:

Cuaca dan Ban Mobil Jadi Fokus Manor

FOTO Mobil Bupati Subang Disita KPK

Wapres: Industri Mobil Bagian Kemajuan Bangsa Indonesia

Proving ground tahap pertama untuk ban kendaraan penumpang ini. Selanjutnya, Gajah Tunggal membangun tahap kedua yang bagi ban kendaraan off-road. Selain tes produk ban, fasilitas ini juga dapat digunakan oleh produsen kendaraan bermotor mitra Gajah Tunggal.

Sedangkan Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja menambahkan, perseroan optimistis proving ground bakal efektif mendongkrak penjualan dan kepercayaan konsumen, termasuk meningkatkan penjualan ban sebagai original equipment manufacturer/OEM ke pabrikan otomotif.

Sejauh ini, aktivitas produksi Gajah Tunggal menyerap tenaga kerja 14.000 orang. Kapasitas produksi perseroan, untuk ban mobil mencapai 55 ribu unit per hari dan ban motor sebanyak 95 unit per hari.

Nilai ekspor ban Gajah Tunggal mencapai USD$617,19 juta. Sepanjang tahun lalu penjualan ekspor menyumpang terhadap pendapatan sebesar 43% dan tahun ini ditargetkan 50%. Pasar AS berkontribusi hingga 70% dari total ekspor Gajah Tunggal, selain negara lain seperti Asia, Jepang, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika Latin. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.