Rabu, 30 September 20

Fuad Amin Terancam Tiga Kasus Pidana

Fuad Amin Terancam Tiga Kasus Pidana

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron. Kasus baru ini merupakan pengembangan dari dua kasus sebelumnya yang telah menjerat Fuad sebagai tersangka.

Fuad sudah lebih dulu dijadikan tersangka karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap jual-beli gas pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan, Jawa Timur. Fuad dianggap telah membantu kerja sama antara PT Media Karya Sentosa dan salah badan usaha milik daerah Sumber Daya untuk memperoleh suplai gas dari PT Pertamina Hulu Energy.

Kedua, KPK juga menetapkan politisi Partai Gerindra itu sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Bangkalan. Kuat dugaan Fuad melakukan tindak pidana korupsi yang baru ini sejak tahun 2006 bersama orang-orang dekatnya.

“Namanya  Tipikor dalam konteks Ketua DPRD terus kita tarik ke belakang dalam konteks Tipikor kepala daerah dan setelah itu apakah ada upaya-upaya melakukan pencucian uang?. Kalau ada kemungkinan itu kita akan gunakan itu,” ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di gedung MK Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Bambang mengatakan saat ini penyidik KPK tengah menyita sejumlah aset milik Fuad guna mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan. Namun Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan itu belum bisa merinci aset apa saja yang sudah berhasil diamankan oleh penyidik.

“Nah pernyitaan-penyitaan itu baru bagian dari pengembangan penyidikan sesuai yang Sprindik baru itu, sebagai penyelenggara negara atau kepala daerah 2006,” katanya.

Dalam kasus dugaan suap terkait dengan jual-beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili-Timur di Bangkalan, Jawa Timur.

KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Fuad, dua tersangka lain yakni ajudan Fuad bernama Rauf, dan Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan terhadap Antonio dan Rauf di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Petugas KPK menemukan duit Rp 700 juta di mobil Rauf. Sehari kemudian, KPK mencokok Fuad di kediamannya di Bangkalan. Saat mencokok Fuad, penyidik KPK juga mengamankan duit sekitar Rp 4 miliar yang kemudian dimasukkan ke dalam tiga koper. (Has)

 

Related posts