Jumat, 12 Agustus 22

Fuad Amin Diduga Peras Pegawai Lepas yang Mau Jadi PNS

Fuad Amin Diduga Peras Pegawai Lepas yang Mau Jadi PNS

Jakarta, Obsessionnews – Bendahara Dinas Perhubungan periode 2012-2014, Nur Kholifah mengungkap kasus pemerasan yang diduga dilakukan Fuad Amin Imron saat masih menjabat sebagai Bupati Bangkalan. Tindakan pemerasan yang dilakukan Fuad dengan cara meminta uang Rp 15 juta bagi setiap pegawai lepas yang mau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Benar saya membayar Rp 15 juta untuk proses pengangkatan,” ungkap Nur, saat bersaksi untuk terdakwa Fuad Amin Imron di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Menurut Nur Kholifah, setoran Rp 15 juta itu sudah menjadi hal biasa di lingkungan Pemkab Bangkalan. Karena itu, dia dan rekan-rekan seangkatannya bersedia membayar. Praktik itu, lanjutnya, tidak hanya berlaku di Dinas Perhubungan saja. Honorer di dinas-dinas lain juga wajib menyetor jumlah yang sama demi pengangkatan.

“Besarannya sama. Saya tahu dari ngobrol-ngobrol dengan teman-teman honorer lain,” ungkapnya.

Dia mulai bekerja di Pemkab Bangkalan sebagai pegawai lepas di Dinas Perhubungan pada tahun 2001 dan baru diangkat jadi PNS pada tahun 2008. Dalam proses itu, sekitar 30 orang pegawai lepas yang memenuhi syarat untuk jadi PNS dikumpulkan oleh bagian kepegawaian dinas. Mereka diberi pengarahan mengenai proses pengangkatan PNS.

“Kalau tidak bayar, konsekuensinya tidak diangkat,” kata Nur.

Selain menerima setoran dari para pegawai lepas, Fuad juga mengambil persentase dari pencairan dana operasional daerah atau kegiatan milik berbagai Dinas di Kabupaten Bangkalan. Di Dinas Perhubungan, Fuad mendapatkan ‘fee’ 10 persen dari kegiatan Dinas yang anggarannya di bawah Rp 5 juta. Sementara, untuk kegiatan yang dananya di atas Rp 5 juta, akan dipotong 20 persen.

“Bendahara sebelum saya juga begitu, dan dari keuangan menginstruksikan seperti itu. Tidak ada aturan tertulis. Uangnya diserahkan ke Bapak Bupati,” papar dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.