Jumat, 22 Oktober 21

FT Dijual Karena Ingin Konsen di Bisnis Utama

FT Dijual Karena Ingin Konsen di Bisnis Utama

Jakart, Obsessionnews – Nama besar Financial Times (FT) yang sudah berkecimpung di ranah jurnalistik selama 171 tahun diperebutkan. Namun, Nikkei Inc asal Jepang menjadi pemenangnya.

Kepemilikan Nikkei Inc atas FT ditebus seharga 844 juta pound sterling atau setara 17,6 triliyun rupiah.

Seperti dilansir CNN, Nikkei mengalahkan media Jerman Axel Springer, penerbit koran Bild serta Die Welt. Seain itu, Bloomberg dan Thompson Reuters juga tersingkir dalam perebutan. Akuisisi ini, disebut-sebut paling besar yang pernah dilakukan perusahaan media massa Jepang.

Pearson yang menjadi induk FT mengatakan, Financial Group dijual lantaran ingin berkonsentrasi pada bisnis utama yakni membuat buku pelajaran serta unit penerbitan. Sejak pertama kali berdiri pada 1844, mereka mengaku mengalami perubahan pasca berkembangnya telepon selular serta media sosial.

“Dalam lingkungan yang baru ini, cara terbaik memastikan jurnalisme dan perdagangan FT sukses adalah dengan menjadi bagian dari perusahaan berita digital dan global,” kata CEO Pearson, John Fallon.

Nikkei sendiri, mencapai oplah sebanyak 3 juta eksemplar untuk edisi pagi sehingga menjadi bacaan wajib pebisnis di Jepang.

“Kami memiliki nilai jurnalistik yang sama. Bersama kami akan menyumbang pada pembangunan ekonomi global,” kata CEO Nikkei Tsuneo Kita.

Tak hanya mengambil alih FT, Nikkei juga bakal punya majalah gaya hidup bernama How to Spend It serta beberapa media khusus lainnya seperti The Banker dan Investors Chronicle. Pembelian FT sendiri tak termasuk 50% saham Pearson untuk mingguan The Economist.

Sejarah FT

Financial Times (FT), pertama kali terbit tahun 1884. Pada 1893, seluruh karya jurnalistik dicetak di atas kertas berwarna pink. Tujuannya, agar tampil beda dengan rival-rivalnya.

FT sendiri, sempat mempekerjakan beberapa nama besar di bidang jurnalistik serta politik. Di antaranya, Robert Thomson yang kini duduk sebagai CEO News Corp. Ada juga nama Nigel Lawson, mantan menteri keuangan Inggris dan Ed Balls, penasihat Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.

Selama lima tahun terakhir, oplah FT sendiri meningkat 30% dan merupakan media massa yang sukses menjalani transisi dari cetak ke versi online.

Pada 2014, angka penjualan FT mencapai 334 juta pound sterling hingga mencatatkan laba sebanyak 24 juta pound sterling. Transaksi pembelian FT oleh Nikkei diperkirakan akan rampung pada kuartal keempat tahun 2015.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.