Sabtu, 13 Agustus 22

Freeport Harus Melantaikan Sahamnya di Indonesia

Freeport Harus Melantaikan Sahamnya di Indonesia

Jakarta, Obsessionnews.com – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) untuk mengajak 52 perusahaan asing, salah satunya PT Freeport Indonesia (PT-FI) untuk menjual sahamnya di Indonesia. Sebab, hingga kini seluruh perusahaan tersebut belum juga mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offerng (IPO) di Indonesia.

Jika diperhitungkan, 52 perusahaan asing termasuk PT-FI akan menghasilkan dana mencapai Rp400 triliun untuk Indonesia.

“Saya minta tolong pemerintah paksa mereka listed, size-nya total-total Rp300 triliun sampai Rp400 triliun, 52 itu gede-gede, mereka listed ada di Singapura, Malaysia, Sidney, dan New York,” jelasnya di Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman, Jakarta. Kemarin, Kamis (20/1/2017)

Baca Juga: Freeport Alih Skema Kerja Sama dan Perpanjangan Kontrak Hingga 2041

52 perusahaan asing tersebut masing-masing beroperasi di sektor property, pertambangan dan logistic.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT-FI Riza Pratama belum bisa menanggapi bagaimana kelanjutan terkait permintaan pemerintah untuk melakukan divestasi 51 persen.

“Belum bisa saya tanggapi ya,” ungkapnya kepada Obsessionnews.com, Jumat (20/1/2017) sore.

 

JK: Freeport Harus Masuk Pasar Saham

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio meminta waktu kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim untuk mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Indonesia.Namun, proses IPO Freeport belum bisa dilakukan. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menanggapi hal tersebut dan meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Johan untuk mengejar IPO PT-FI.

“Saya setuju tentang perusahaan pertambangan yang besar listing di bursa, seperti Freeport. Dan kita minta menteri ESDM memberi aturan yang sejalan,” ungkapnya.

PT-FI : Kita akan Ikuti Peraturan Pemerintah

Dikutip Sindonews pada Rabu (14/10/2015), terkait dengan divestasi yang akan dilakukan di BEI. Riza mengungkapkan pihaknya akan mengikuti apa yang diatur oleh pemerintah.

Peraturannya soal divestasi belum ada tapi kita akan tetap mengikuti apa yang diatur oleh pemerintah. Ya itu (investor lokal yang diinginkan untuk menyerap saham) juga, ikut saja kita pokoknya,” ungkapnya Riza dua tahun yang lalu. (Aprilia Rahapit)

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.