Selasa, 28 September 21

Fraksi Golkar Dorong Kasus Setya Novanto Terbuka

Fraksi Golkar Dorong Kasus Setya Novanto Terbuka
* Bambang Soesatyo.

Jakarta, Obsessionnews – Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo mendorong agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) melakukan sidang terbuka dalam mengadili dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto yang menjual nama Presiden Joko Widodo kepada PT Freeport.

“Demi nama baik Novanto, DPR dan Partai Golkar sendiri, sidang-sidang di MKD harus berlangsung secara terbuka dan transparan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” katanya di DPR, Senin (30/11/2015).

Dengan sidang yang berlangsung terbuka, kata dia, publik akan akan mengatahui apakah laporan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyudutkan Setya Novanto benar atau tidak. Pasalnya, di luar juga banyak yang manaruh curiga laporan Sudirman Said tentang rekaman pembicaraan Setya Novanto tidak asli.

“Benarkah ada percaloan dan pencatutan presiden dan wakil presiden dalam negosiasi perpanjangan kontrak Freeport dan kasus ‘Papa Minta Saham’ atau itu hanya karangan dan rekayasa,” tuturnya.

Lebih lanjut anggota Komisi III mengatakan, bila ada anggota MKD dan fraksi yang ngotot agar sidang MKD tertutup, apalagi meminta persidangan MKD itu tdk diteruskan, hal itu patut dicurigai. Selain bertentangan dengan logika publik juga patut diduga anggota atau fraksi tersebut  ingin melindungi kejahatan terhadap negara.

“Soal legal standing dan cara merekam yang dianggap ilegal sudah tidak penting lagi. Karena itu dua hal berbeda. Yang terpenting bagi Golkar adalah membuktikan Novanto tidak seperti yang dituduhkan dalam substansi laporan Sudirman Said tersebut,” jelasnya.

Bambang berharap,  laporan Sudirman tidak ditujukan utk menghancurkan Partai Golkar. Sudirman diminta membuka secara lengkap ke publik seluruh isi percakapan yang dimilikinya tersebut.

“Biar semuanya jelas, siapa sesungguhnya hantu liar serta ular kadut yang bermain dan hendak Mengambil keuntungan dalam proses perpanjangan kontrak Freeport dengan mencatut nama kepala negara dan wakilnya itu,” pungkasnya (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.