Kamis, 1 Oktober 20

Formappi Kritik Pengangkatan Benny Rhamdani Sebagai Kepala BP2MI

Formappi Kritik Pengangkatan Benny Rhamdani Sebagai Kepala BP2MI
* Benny Ramdhani. (Foto: Kompas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo memilih politikus Partai Hanura, Benny Rhamdani, sebagai Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Menurutnya, penunjukan Benny sebagai kepala BP2MI oleh Presiden nampaknya masih melanjutkan atau mempertahankan proses pemilihan berbasis balas jasa saja. Sebab, Benny adalah mantan Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Tidak hanya Benny, Lucius juga menyebut ada sejumlah posisi lain yang melalui proses serupa, termasuk kursi menteri yang sebagiannya dibagi-bagi kepada orang yang dianggap mewakili parpol atau kelompok yang mendukung Jokowi pada Pemilu 2019 lalu.

“Tentu saja kita menyayangkan proses penunjukan pejabat karena pertimbangan balas budi ini. Apalagi jika yang ditunjuk ternyata memang tak punya kapasitas, kapabilitas dan juga rekam jejak yang cocok untuk posisi yang diperolehnya,” ujar Lucius melalui pesan singkatnya, Sabtu (18/4/2020).

Terlebih, ia melihat latar belakang Benny adalah politikus dan tidak memiliki perhatian di sektor perlindungan tenaga kerja. Dengan kondisi seperti itu, Lucius penunjukan Benny diyakini tidak akan membawa perubahan yang siginifikan dalam menyelesaikan persoalan buruh migran. Apalagi saat dunia lagi kena wabah corona.

“Dampak serius ke depannya saya kira akan mengganggu upaya perubahan yang diinginkan pemerintah. Bagaimana perubahan bisa muncul jika pemimpinnya bahkan tak paham dengan apa yang harus dia lakukan?” Tuturnya.

Selain itu, ia melihat Benny juga tidak memiliki track record yang baik pada saat masih menjadi anggota DPD periode lalu. Ia masih tersangkut hukum atas kasus pemukulan terhadap anggota DPD lain, yakni Afnan Hadikusumo. Kasus itu sampai kini masih bergulir di Polda Metro Jaya.

“Apalagi jika figur yang bersangkutan punya track record yang tidak baik dalam jabatan-jabatan publik sebelumnya. Ini juga yang mungkin harus diperhatikan lagi,” tandasnya.

Diketahui Benny tidak masuk dalam tiga calon Kepala BP2MI yang diusulkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kepada Jokowi pada 20 Februari lalu. Tiga nama yang diajukan Ida adalah Direktur Eksekutif Prakarsa Ah Mahtuchan, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Dita Indah Sari, dan Koordinator Nasional Pendamping Desa Saifullah Ma’shum.

Usulan yang disampaikan kepada Jokowi itu juga mencantumkan alasan mengapa yang bersangkutan layak menjadi Kepala BP2MI. Ida dan Benny belum bisa dimintai konfirmasi ihwal usulan yang ditembuskan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo tersebut. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.