Selasa, 26 Oktober 21

Fokus di Industri Manufaktur dan Jasa, Jepang Pacu Investasi

Fokus di Industri Manufaktur dan Jasa, Jepang Pacu Investasi
* Menteri Perindustrian Saleh Husin (kanan) menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki disaksikan Staf Khusus Menperin Zakir Machmud (tengah) di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 3 Maret 2016.

Jakarta, Obsessionnews – Investasi Jepang ke Indonesia terus tumbuh seiring kepercayaan pelaku usaha asal Negeri Sakura itu pada iklim bisnis dan industri. Penanaman modal Jepang banyak mengalir ke industri manufaktur dan jasa yang turut menciptakan lapangan kerja.

Demikian pokok-pokok pembicaraan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (3/3/2016). “Kami mengapresiasi kontribusi Jepang dalam mengembangkan industri di Indonesia. Apalagi, aliran modal itu juga mengarah ke industri yang meningkatkan nilai tambah antara lain komponen, baja untuk otomotif, makanan minuman hingga petrokimia,” ujar Menperin.

Hingga saat ini, Jepang merupakan investor terbesar di sektor otomotif di Indonesia. Untuk itu, pemerintah Indonesia mengundang investor Jepang agar memperkuat posisinya dengan meningkatkan kontribusi nya terhadap pembangunan industri kendaraan bermotor.

 Menteri Perindustrian Saleh Husin berbincang dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 3 Maret 2016. Menperin mengapresiasi kontribusi Jepang dalam mengembangkan industri di Indonesia yang meningkatkan nilai tambah antara lain komponen, baja untuk otomotif, makanan minuman hingga petrokimia.
Menteri Perindustrian Saleh Husin berbincang dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 3 Maret 2016. Menperin mengapresiasi kontribusi Jepang dalam mengembangkan industri di Indonesia yang meningkatkan nilai tambah antara lain komponen, baja untuk otomotif, makanan minuman hingga petrokimia.

Caranya, selain terus memproduksi kendaraan global yang berorientasi ekspor, juga dengan memperkuat struktur industri otomotif melalui investasi di sektor hulu bahan baku dan suku cadang dan mulai secara bertahap melakukan kegiatan research and development (R&D) di Indonesia yang melibatkan sumber daya manusia lokal.

Dubes Jepang Yasuaki Tanizaki mengatakan pemerintah Jepang berharap kemitraan kedua negara, baik pemerintah maupun pelaku usaha terus berjalan. Menurutnya, investasi Jepang ke Indonesia pada 2015 mencapai USD 2,9 miliar yang berarti naik dibanding tahun sebelumnya.

“Investasi berdasar komitmen juga menggembirakan. Pada 2015 nilainya USD 8 miliar dan ini meningkat 95 persen dibandin 2014, saya berharap angka ini menjadi realisasi investasi,” ujar Tanizaki.

Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, serta Staf Khusus Menperin Zakir Machmud melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 3 Maret 2016. Dubes Yasuaki Tanizaki mengatakan pemerintah Jepang mendukung pengembangan industri dan pembangunan infrastruktur di Indonesia karena menumbuhkan, memeratakan perekonomian dan mendorong realisasi investasi.
Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, serta Staf Khusus Menperin Zakir Machmud melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016.

Menyoal pembangunan infrastruktur di Tanah Air, Dubes menegaskan pemerintah Jepang mendukung upaya ini lantaran bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi, memangkas biaya logistik, memeratakan pengembangan industri dan mendorong investasi.

Menperin didampingi oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan dan Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.