Jumat, 17 September 21

Fly Over Akan Dibangun di Jalur Padang-Bukittinggi

Fly Over Akan Dibangun di Jalur Padang-Bukittinggi

Padang, Obsessionnews- Mobilitas kendaraan yang melintas di jalur Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) cukup padat. Jarak tempuh sepanjang 100 kilometer dari Padang, kini tidak bisa lagi ditempuh dalam dua jam. Setidaknya butuh waktu antara 3,5 sampai 4 jam baru sampai di Bukittinggi.

Selain kendaraan yang melintas cukup padat, jalan yang tersedia tidak memedai untuk menampung kendaraan, sehingga terjadi kemacetan. Akibat kemacetan, maka lama waktu di jalan bertambah lama, sementara jalur itu sangat penting sebagai jalur transportasi jasa dan barang.

Untuk memperlancar transportasi barang dan jasa, Pemerintah Provinsi Sumbar akan membangun jembatan layang dan pemerintah Pusat sudah menyetujuinya

Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar, Reydonnizar Moenek mengatakan jembatan layang akan dibangun di Padang Luar, Kabupaten Agam. Pembangunan jembatan layang itu salah satu prioritas pemerintah pada 2016. Jelang pekerjaan fisik dimulai, pembebasan lahan harus segera dituntaskan.

Donny mengatakan, pembebasan lahan itu nanti menjadi tugas yang akan diemban oleh Pj Bupati Agam. Sosok yang akan ditunjuk sebagai Pj Agam nanti sangat penting.

“Tugas ini akan diemban oleh Penjabat(Pj) Bupati Agam. Karena itu, sosok yang akan ditunjuk sebagai Pj sangat penting,” kata Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, Selasa (3/11).

Reydonnyzar Moenek mengatakan, sedang mempertimbangkan sejumlah nama pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar yang dinilai bisa menyelesaikan tugas tersebut. Namun ia, tidak bersedia membocorkan sejumlah nama yang akan ditunjuk untuk mengisi jabatan yang telah ditinggalkan kepala daerah defenitif sejak 26 Oktober 2015 lalu.

Reydonnyzar Moenek mengatakan, anggaran untuk pembebasan lahan itu akan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar 2016. Sedangkan anggaran untuk pembangunan fisik ditanggung pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016.

Menurut Donny, anggaran pembebasan lahan masih bisa di masukkan karena APBD Sumbar 2016 masih dalam pembahasan.

“Kita hanya perlu menganggarkan pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik ditanggung pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN) 2016,” katanya. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.