Selasa, 7 Desember 21

Fitonutrien Lindungi Tubuh dari Kanker

Fitonutrien Lindungi Tubuh dari Kanker
* Fitonutrien adalah senyawa aktif yang memberikan warna, aroma, dan rasa pada sayur dan buah. (Foto: Ist)

Jakarta, obsessionnews.com – Setiap orang dianjurkan mengonsumsi buah dan sayur 400 gram per hari yang setara dengan dua hingga empat porsi buah dan tiga sampai lima porsi sayur. Sementara rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia hanya berkisar 2,5 porsi per hari. Bila dibandingkan dengan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, angka ini masih sangat rendah. Penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) mengungkap konsumsi sayuran dan buah penduduk Indonesia hanya 91 gram per hari, ini berarti seperlima dari konsumsi masyarakat Singapura yang sebesar 518 gram per hari.

 

Baca juga:

Syaifullah Beri Bantuan Tunai kepada 2 Orang Penderita Kanker di Kecamatan Lawe Alas

Mahasiswa Melawan Kanker

 

Kita telah memahami manfaat yang terdapat dalam sayuran dan buah-buahan seperti vitamin, mineral, dan serat. Selain nutrisi tersebut, terdapat satu lagi kandungan zat yang bermanfaat meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit, yakni fitonutrien atau fitokimia. ‘Phyto’ berasal dari bahasa Yunani yang berarti tanaman. Fitonutrien disebut sebagai health booster, bahan kimia yang membantu melindungi tanaman dari kuman, jamur, dan ancaman lainnya. Tetapi tidak hanya bermanfaat untuk tanaman, nutrisi nabati fitonutrien juga memberikan manfaat bagi tubuh manusia.

Anti-Kanker

Fitonutrien adalah senyawa aktif yang memberikan warna, aroma, dan rasa pada sayur dan buah. Zat ini masuk dalam kategori sendiri, karena tidak termasuk ke dalam kelompok protein, vitamin, atau mineral. Dalam sebuah studi Journal of American Medical Association, mengonsumsi tiga porsi buah-buahan dan sayuran menurunkan risiko penyakit stroke sebanyak 22%. Secara keseluruhan, fitonutrien membantu memperlambat proses penuaan, melindungi tubuh dari berbagai penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kondisi kesehatan kronis lainnya. Selain itu, zat bekerja meningkatkan ketahanan tubuh dan berfungsi sebagai antioksidan. Nutrisi ini memungkinkan untuk fungsi sel secara optimal. Bila sel-sel kita berkomunikasi secara efektif, terciptalah reaksi biokimia untuk menjaga jaringan sehat di sistem organ, detoksifikasi zat-zat asing, dan membentuk sistem kekebalan yang kuat. Fitonutrisi memiliki cara kerja yang sama dengan obat kemoterapi yang digunakan para dokter kanker untuk mematikan pertumbuhan sel kanker. Ketika masuk ke dalam tubuh, fitonutrien menghancurkan sel kanker dengan cara mematikan simpul pembuluh darah kanker untuk ‘mencuri’ makanan yang diedarkan darah. Dengan demikian, sel kanker tidak akan mendapatkan nutrisi untuk berkembang dan menyebar. Namun, fitonutrien tidak bisa bekerja sendiri tetapi secara sinergis seperti sebuah orkestra. Itulah sebabnya kita harus mengonsumsinya secara variatif agar tubuh memiliki jumlah yang cukup untuk melawan pertumbuhan sel kanker.

Sumber Fitonutrien

Sebenarnya tak ada bagian dari sayuran yang tidak memberikan manfaat bagi tubuh. Lebih dari 25.000 jenis fitonutrien ditemukan dalam berbagai makanan. Beberapa di antaranya adalah karoten kandungan zat memiliki warna merah, kuning, atau oranye pada sayur dan buah. Berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang merusak jaringan tubuh. Jenis karoten di antaranya Alpha-carotene, beta- carotene dan beta-cryptoxanthin yang diolah tubuh menjadi vitamin A. Makanan yang berwarna kuning atau oranye seperti labu dan wortel adalah sumber alfa-betakaroten.

Lalu likopen yang memberi warna merah pada tumbuhan, seperti ubi merah, tomat, dan semangka memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko kanker prostat. Lutein dan zeaxanthin yang terdapat pada bayam, kubis, dan sawi bermanfat mencegah katarak dan kerusakan pada retina. Ellagic Acid ditemukan dalam stroberi, raspberry, dan delima. Zat ini dapat mencegah dan mematikan sel kanker, serta membantu fungsi hati menetralkan zat kimia penyebab kanker pada sistem tubuh manusia.

Flavanoid dapat dijumpai dalam berbagai jenis tumbuhan yang umum kita makan. Jenis flavanoid terkandung dalam teh hijau, jeruk, apel, anggur, dan bawang. Fungsinya mengurangi efek radang, risiko kanker, dan penyakit jantung. Ada pula resveratrol terkandung dalam pada anggur, bermanfaat sebagai antioksidan dan antiradang. Glukosinolat dapat ditemukan pada kubis dan brokoli. Glukosinolat berubah menjadi zat kimia alami lain saat dicerna tubuh, yang bermanfaat mencegah pertumbuhan kanker. Sedangkan Fitoestrogen dapat bertindak seperti estrogen tubuh. Kedelai mengandung banyak isoflavon yang merangsang produksi estrogen dalam tubuh. Beberapa bukti menunjukkan, kedelai dapat menghambat pertumbuhan kanker dan menjaga massa tulang pada wanita.  (Angie Diyya/dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.