Selasa, 23 April 19

Fitnah Kepada UAS, Siapa Menuduh Siapa?

Fitnah Kepada UAS, Siapa Menuduh Siapa?
* Prabowo Subianto bertemu dengan Ustaz Abdul Somad. (Foto: Suara.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tak lama setelah Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan dukungan terhadap calon presiden Prabowo Subianto, muncullah fitnah yang menyudutkan dirinya. UAS dituduh menerima materi berupa uang dan rumah dari Prabowo atas dukungan tersebut.

 

Baca juga:

Cara Ustaz Abdul Somad Memuliakan Ibunya

Kiai Ma’ruf Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Ibunda Ustaz Somad

Baiat Thariqah, Habib Luthfi Minta Abdul Somad Perkuat Ajaran Aswaja

 

Fitnah itu muncul dalam di akun twitter kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Said Didu. Namun Said mengatakan, yang mentweet fitnah terhadap UAS bukan dirinya, karena akun twitternya miliknya telah dibajak oleh orang luar. Fitnah terhadap UAS itu kemudian mendapat respons dari banyak netizen.

Umumnya orang menyimpulkan fitnah itu dibuat oleh kubu capres 01, lalu muncullah tagar #UASdifitnahKejiDanBrutal serta #saveUAS pada hari ini, Minggu (14/4/2019). Pernyataan mengapa jika ada fitnah terhadap UAS opini publik langsung menyalahkan kubu 01.

Padahal pelaku pembajak twitter Said Didu belum ada yang tahu. Banyak kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi pelakunya itu dari kubu capres 02, dan 01 ataupun dari pihak ketiga yang sengaja ingin membenturkan dua kelompok besar ini, untuk memecah belah umat atau masyarakat Indonesia.

Fitnah terhadap UAS menjadi liar, siapa menuduh siapa? Kenapa di saat yang sama Said Didu yang menjadi korban dari pembajakan akun twitter, tidak segera melaporkan ke polisi. Apakah dirinya sengaja membiarkan kasus ini menguap sehingga samakin banyak orang mempersepsikan kejahatan ini datang dari pihak 01.

Said Didu mengaku masih belum melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Menurut Said, berkaca pada kasus serupa, identitas di medsos justru diminta tapi tidak ada solusi.

“Jadi kalau dilaporkan malah tidak bisa lagi bermain medsos. Karena identitas pribadi sudah diambil semua, dan faktanya tidak ada pernah bisa kembali diungkap siapa,” kata Said, Minggu (14/4).

Mestinya kasus pembajakan ini harus diusut tuntas, agar tidak semakin liar bisa merugikan dan menguntungkan pihak tertentu. Apalagi publik langsung mengasumsikan kesalahan datang dari kubu 01, padahal faktanya belum ada yang tahu. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.