Senin, 28 September 20

Firli Bahuri: Korupsi Merupakan Pengkhianatan Terhadap Pancasila

Firli Bahuri: Korupsi Merupakan Pengkhianatan Terhadap Pancasila
* Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Publicanews)

Jakarta, Obsessionnews.com — Masyarakat Indonesia memperingati hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Tahun ini peringatannya agak berbeda karena berlangsung di saat negara dalam menghadapi pandemi Covid-19. Peringatan hari kelahiran Pancasila pun digelar secara virtual untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

 

Baca juga: 

Jokowi: Pancasila Menggerakkan Rasa Kepedulian Kita untuk Saling Berbagi

Guru Besar ITS: RUU Haluan Ideologi Pancasila Harus Ditolak!!

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan kembali semangat juang Presiden Soekarno dengan berapi-api melontarkan ide dan gagasan tentang dasar negara Indonesia, dalam pidatonya di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 1 Juni 1945.

“Kita jangan hanya memperingati hari lahirnya pancasila, dengan ceremony tahunan seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi dengan hingar bingar perayaan ditengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19,” ungkap Firli dalam siaran pers tertulis, Senin (1/6/2020).

Bagi Firli dan KPK, hari lahirnya Pancasila perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi yang seyogianya menjadi perhatian serius oleh semua pihak, seluruh anak bangsa, karena korupsi jelas sangat menyalahi prinsip-prinsip dasar Pancasila, dasar negara Indonesia.

“Hanya dengan mengamalkan sila-sila dari Pancasila, hunusan bilah pedang anti korupsi mampu melesak cepat, tertuju menusuk dan mematikan detak jantung laten korupsi,” kata Firli.

Menurut Firli, dalam bunyi sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki esensi agar setiap orang takut, terhindar dari niat dan godaan untuk berperilaku koruptif, karena yakin setiap derap langkah, perilaku dan perbuatan seseorang di dunia dapat diketahui oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa, menjadikan kita manusia yang adil dan beradab, sesuai sila kedua Pancasila,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa, menjadikan seseorang berlaku adil dan beradab, sesuai sila kedua Pancasila.

Begitu pun juga semangat dan implementasi esensi sila pertama dan kedua, dapat menjadi tujuan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam mengentaskan budaya korupsi yang telah berakar urat di Indonesia.

“Ingat, berani korupsi sama saja berani mengkhianati nilai-nilai dari setiap butir dari yang ada didalam Pancasila.

Perang melawan laten korupsi ini, menurut Firli harus dipimpin dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana esensi dari sila ke empat Pancasila. Sirnanya korupsi di indonesia, menjadi cita-cita bersama demi keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, yang termakjub dalam sila kelima Pancasila.

“Sekali lagi makna, esensi dan nilai-nilai dari kelima butir Pancasila yang menjadi satu kesatuan utuh dan saling mengikat serta memiliki makna yang sehusnya menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara,” pungkas Firli.

Ia menegaskan ide dan gagasan yang menjadi mukadimah UUD 1945, dimana setiap butir yang terkandung di dalamnya memiliki esensi serta nilai-nilai bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dari masa ke masa, generasi ke generasi, tidak lekang oleh zaman apalagi pudar oleh waktu.

Dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan se hari-hari, Firli yakin ragam persoalan yang seolah datang silih berganti d mana situasi sosial kemasyarakatan rentan terfragmentasi, dapat dihadapi, dilalui dan akhiri dengan kemenangan bersama.

“Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa serta Rakyat Indonesia, merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa,” tutur Firli.

Baru-baru ini, KPK telah membangun kerjasama dengan beberapa Lembaga Tinggi Negara, salah satunya dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam upaya pemberantasan korupsi di bumi pertiwi ini.

“Pancasila tidak hanya dijadikan untuk hafalan semata, tetapi amalkanlah nilai-nilai luhur yang ada di Pancasila,” tutup dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.