Senin, 18 Oktober 21

Film ‘Posesif’ Digarap Sineas Handal

Jakarta, Obsessionnews.com – Satu lagi karya para sineas handal akan menghiasi layar bioskop pencinta film Indonesia. Film tersebut berjudul Posesif. Film ini merupakan kolaborasi unik sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer.

Film yang akan tayang di bioskop pada Oktober 2017 mendatang ini dibintangi aktor Adipati Dolken dan Putri Marino. Serta diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, atau biasa dipanggil Eddy.

Film Posesif yang merupakan film panjang pertama Edwin dan  merupakan karya perdana rumah produksi Palari Films yang ingin menghasilkan film- film berkualitas untuk pasar Indonesia dan internasional.

Sebelumnya karya Edwin pernah ditampilkan di berbagai festival film internasional, antara lain Babi Buta Yang Ingin Terbang yang memenangkan FIPRESCI Award 2009, Postcards From The Zoo yang terseleksi berkompetisi di Berlinale 2012, dan juga Kara Anak Sebatang Pohon, film pendek Indonesia pertama yang ditampilkan di Director’s Fortnight, Festival Film Cannes 2005.

Sementara Gina S Noer pun sudah dikenal oleh penonton Indonesia. Sebagai penulis skenario, hasil karyanya telah disaksikan jutaan penonton lewat film-film box office seperti Habibie Ainun (2012) dan Rudy Habibie (2016).

Film ini lahir juga karena ceritanya memiliki daya tarik tersendiri bagi produsesr Meiske, yaitu suatu kegelisahan remaja. Tak heran perempuan yang juga banyak memproduseri film-film Edwin setuju bekerjasama dengan sutradara asal Surabaya, Jawa Timur ini.

Saat menjalani riset, wanita yang turut memproduseri The Fox Exploits the Tiger’s Might (Lucky Kuswandi, 2015), Critic’s Week, Festival Film Cannes menemukan fenomena pacaran di mana, seakan-akan pacar berhak mengontrol pasangannya sepenuhnya.

“Banyak dari mereka merasa bahwa rasa kepemilikan adalah aktualisasi cinta,” ungkap Meiske dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (7/8/2017).

Sementara Eddy pun senada dengan Meiske. Ia memiliki pengalaman turut menjadi produser tentang potret remaja seperti film Athirah yang menjadi pemenang Film Terbaik FFI 2016.

“Saya tertantang untuk mengangkat isu serius yang sangat relevan dan dekat dengan remaja, tapi tetap menghibur. Inilah yang kami coba bawa ke pasar remaja Indonesia lewat film Posesif yang ber-genre Romance Suspense,” ujarnya.

Bagi Edwin, fenomena ini adalah salah satu dari banyak sisi kehidupan remaja yang bisa dieksplorasi dan dikemas dalam bentuk film. Ia ingin memotret kisah asmara remaja lewat tokoh film Posesif  yang salah mengartikan cinta pertama.

“Hubungan yang posesif disalahsangkakan sebagai cinta sejati,” jelas Edwin.

Film Posesif bercerita tentang Lala (Putri Marino) si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya.

Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Lala pun mengambang dalam pertanyaan, apakah artinya cinta? Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan?

Menariknya lagi, peran Yudhis berhasil membuat aktor Dolken (Perahu Kertas, Jenderal Soedirman) yang sebelumnya sudah memutuskan untuk tidak lagi menerima peran sebagai anak SMA merasa harus membuat pengecualian.

Film ini turut didukung oleh dua aktor peraih Piala Citra yaitu Cut Mini (Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2016 untuk Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk Tabula Rasa).

Soundtrack film Posesif mencakup nama-nama baru dan lawas. Sebuah lagu klasik dari band Sheila on 7 turut meramaikan film ini. Selain itu ada juga nama Dipha Barus, seorang DJ yang membuat pengaruh yang cukup besar terhadap industri musik kontemporer Indonesia.

Sejumlah band independen berkualitas turut dilibatkan, termasuk Banda Neira dan Gardika Gigih (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.